Salim Jufri Beberkan Lima Bekal Penting dan Formula 3T untuk Kader Muhammadiyah yang Tangguh
PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Setiap kader Muhammadiyah wajib memiliki kesiapan mental serta militansi tinggi dalam menghadapi tantangan zaman. Salim Jufri, Sekretaris MUI Kabupaten Pekalongan, memaparkan kriteria tersebut saat ia menjadi pembicara utama dalam Sekolah Kader Muhammadiyah Pekajangan, Ahad (12/7/2026).
Salim menegaskan bahwa seorang kader harus membangun fondasi spiritual yang kokoh. Oleh karena itu, kader harus mengintegrasikan elemen iman, Islam, dan ihsan sebagai satu kesatuan paket dalam setiap gerak perjuangan mereka.
Lima Pilar Utama Kader Muhammadiyah
Selanjutnya, Salim Jufri membeberkan lima pilar utama yang wajib melekat pada diri setiap kader Muhammadiyah agar mereka tetap relevan di mata masyarakat:
-
Paket Spiritual: Elemen ini menjadi motor penggerak utama dalam setiap langkah perjuangan organisasi.
-
Keilmuan: Kader harus melek ilmu sehingga mereka memiliki latar belakang pendidikan yang kuat.
-
Amaliyah: Kader perlu mengamalkan ilmu agar langkah mereka memberikan kemaslahatan nyata bagi masyarakat.
-
Giat Berorganisasi: Organisasi menjadi wadah terbaik untuk mengasah berbagai keterampilan yang tidak mereka dapatkan di bangku sekolah formal.
-
Akhlakul Karimah: Kejujuran dan moralitas menjadi penentu utama kepantasan seorang kader saat mereka mengemban amanah umat.
Mengenal Formula 3T untuk Kader Ideal
Selain kelima bekal di atas, Salim Jufri memperkenalkan formula 3T sebagai karakteristik kader Muhammadiyah yang ideal, yaitu Tangguh, Tanggon, dan Tanggap. Di samping itu, ia menyoroti pentingnya sikap Tangguh dalam setiap tanggung jawab organisasi.
Salim menekankan bahwa seorang kader yang tangguh tidak boleh menolak amanah tanpa alasan rasional. Karena itu, sikap ini mencerminkan profesionalitas serta komitmen tinggi seorang pejuang persyarikatan dalam menjalankan tugas.
Implementasi dalam Sekolah Kader Muhammadiyah Pekajangan
Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PCM Pekajangan menginisiasi kegiatan ini agar mereka mampu mencetak kader yang berideologi kokoh. Acara berlangsung intensif di Ruang Demon, Gedung Fakultas Kesehatan UMPP, sejak Sabtu hingga Ahad (11–12/7/2026).
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menyerap nilai-nilai integritas serta militansi dengan baik. Dengan demikian, mereka siap lahir sebagai kader Muhammadiyah yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berkarakter kuat serta responsif terhadap kebutuhan umat di masa depan.
Kontributor: Bono
Editor: Ayma



