Belajar Sukses dari PCM Wonosari, PDM Wonosobo Siap Replikasi 6 Pilar Keunggulan

PWMJATENG.COM, GUNUNGKIDUL – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo menggelar agenda Rihlah Dakwah dan Studi Tiru Muhammadiyah ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonosari, Ahad (12/7/2026). Bertempat di Aula SD Muhammadiyah Mujahidin, kunjungan ini bertujuan menyerap inovasi manajemen dan strategi pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Jajaran pleno PCM Wonosari menyambut hangat rombongan dari Wonosobo. Dalam sambutannya, Bendahara Sugiarto menyatakan bahwa kerja keras PCM Wonosari merupakan miniatur dari kerja-kerja tingkat daerah.
Ketua PDM Wonosobo, Bambang Wen, menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan formal. Pihaknya ingin mendapatkan inspirasi mendalam dan mereplikasi manajemen unggul untuk diterapkan di 17 cabang serta 144 ranting di Kabupaten Wonosobo.
Rahasia Keunggulan PCM Wonosari
PCM Wonosari memaparkan sejarah panjang organisasi yang berdiri sejak 24 Mei 1960. Saat ini, mereka mengelola ribuan jamaah dan AUM pendidikan unggulan dengan total 850 murid.
Keberhasilan tersebut bertumpu pada 6 pilar utama. Pertama, mereka menjalankan pembinaan jamaah terintegrasi melalui Korp Mubaligh Muhammadiyah (KMM). Kedua, PCM Wonosari menerapkan manajemen modern dengan transparansi keuangan total.
Ketiga, organisasi ini mengembangkan pemberdayaan ekonomi melalui jaringan ‘WarungMU’ dan Lazismu. Keempat, mereka membangun AUM spesifik seperti pusat wisata manasik haji. Kelima, PCM Wonosari memberikan ruang strategis bagi kader muda. Terakhir, mereka melakukan amplifikasi syiar dakwah melalui platform digital secara masif.
Inovasi Dakwah Menggembirakan
Dalam sesi dialog, Ketua PCM Wonosobo, H. Yakino, menanyakan kunci sukses PCM Wonosari menembus finalis 10 besar nasional. Ust. Wahyudi menjelaskan bahwa pondasi utama mereka terletak pada rumusan Pembinaan, Dukungan, dan Pelayanan (PDP).
Salah satu program unggulan adalah ‘PCM Mengaji’ yang mampu menyedot hingga 4.000 jamaah. Kegiatan ini menyajikan stimulus menarik seperti pemeriksaan kesehatan gratis hingga pasar desa berbasis voucher belanja ‘WarungMU’.
Selain itu, armada Ambulanmu PCM Wonosari menerapkan jargon unik “Kringgg Plencing”. Melalui layanan ini, dua unit ambulans siap berangkat seketika setelah menerima panggilan untuk membantu warga.
Strategi Penguatan Ranting
Untuk menunjang efektivitas, PCM Wonosari menggunakan aplikasi database digital terpadu. Sistem ini memungkinkan pengurus memetakan kondisi riil seluruh masjid dan jamaah secara akurat.
Guna mengatasi masalah kekosongan ustadz di 160 masjid, PCM Wonosari melembagakan tata kelola KMM secara profesional. Mereka memberikan SK resmi, kurikulum terstandar, hingga honor reguler kepada para guru mengaji.
Menanggapi hal tersebut, PDM Wonosobo berkomitmen mengadopsi model gerakan ini untuk penguatan internal daerah. Sebagai tindak lanjut, PDM Wonosobo merancang program “Sapa Ranting” serta standarisasi fungsi masjid sebagai pusat inspirasi jamaah. Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk mewujudkan gerakan dakwah yang inklusif dan berkemajuan.
Kontributor: Rudi Pramono
Editor: Ayma



