Lazismu Jawa Tengah Audit Keuangan 2026, Jaga Kepercayaan Publik Lewat Transparansi

PWMJATENG.COM, SEMARANG — Lazismu Jawa Tengah resmi membuka entry meeting audit keuangan tahun buku 2026. Langkah strategis ini menggandeng tim auditor dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid dan Rekan.
Acara penting tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor Wilayah Lazismu Jawa Tengah, Selasa (7/7/2026). Melalui audit berkala ini, lembaga berkomitmen memperkuat akuntabilitas pengelolaan dana umat.
Ketua Lazismu Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan, memaparkan lonjakan signifikan pada sektor penghimpunan. Pertumbuhan positif tersebut juga berbanding lurus dengan realisasi penyaluran dana sosial.
“Rasio beban penyaluran total saat ini tidak lebih dari angka 6%,” ujar Dwi.
Komitmen Lembaga Amil Zakat Profesional
Dwi juga menegaskan pentingnya penyelesaian laporan audited secara tepat waktu. Keterlambatan pelaporan dinilai dapat mengikis tingkat kepercayaan masyarakat secara langsung.
Tingginya trust publik berperan penting dalam pembaharuan target program pada tahun berikutnya. Karena itu, ketepatan waktu menjadi prioritas utama manajemen.
Ketua Lazismu Pusat, Imam Mujadid Rais, turut memberikan arahan secara daring melalui Zoom. Menurutnya, agenda ini bukan sekadar pemenuhan regulasi formal sebagai lembaga amil zakat profesional.
“Kami ingin bersama-sama membangun ekosistem filantropi yang akuntabel dan transparan,” tegas Imam.
Sementara itu, Founder KAP, Abdul Hamid Cebba, mengapresiasi kinerja Lazismu Jawa Tengah. Ia menilai kepatuhan dan koordinasi antarwilayah di Jawa Tengah berjalan sangat harmonis.
Tantangan Tata Kelola di Abad Kedua
Abdul Hamid juga mengingatkan pentingnya lima pilar Good Corporate Governance (GCG). Penerapan pilar tersebut akan menjadi tolok ukur apakah manajemen perlu berbenah atau mempertahankan prestasi.
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dodok Sartono, hadir membuka acara sekaligus memberikan pengarahan. Dodok memandang audit sebagai ikhtiar menjaga amanah publik.
“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama yang lahir dari integritas, kompetensi, dan kedekatan,” ungkap Dodok.
Memasuki abad kedua Muhammadiyah, Lazismu wajib bertransformasi total menjadi lembaga filantropi modern. Institusi ini tidak boleh lagi hanya berfokus pada penggalangan dana konvensional.
Akselerasi transformasi digital Lazismu menjadi kunci utama untuk mempermudah masyarakat menunaikan zakat. Melalui sistem daring, muzakki dapat menginternalisasi ibadah kapan saja dan di mana saja.
Perubahan ini diharapkan membawa dampak sosial nyata yang terukur bagi mustahik. Audit berkala pada akhirnya menjadi instrumen untuk mengukur keberhasilan sirkulasi ekonomi umat tersebut.
Kontributor: Rizky Maradona
Editor: Al-Afasy



