Berita

Mahasiswa UMP Ajarkan Cara Mengatasi Hipertensi di Banyumas Lewat Black Garlic

PWMJATENG.COMBANYUMAS – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menghadirkan terobosan menarik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pedesaan. Mereka mengedukasi warga tentang cara mengatasi hipertensi menggunakan ramuan herbal alami di Desa Kebocoran, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas.

Tim PPK Ormawa HMPSIK S1 UMP menginisiasi program penanggulangan penyakit ini sejak Rabu (10/06/2026). Langkah nyata tersebut menyasar para lansia dan warga rentan yang membutuhkan pendampingan kesehatan intensif.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Katrin Nur Khofiyan, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar agenda seremonial semata. Menurutnya, tim mahasiswa membawa misi besar untuk menurunkan angka kasus tekanan darah tinggi di wilayah tersebut.

“Kami berfokus pada edukasi dan pendampingan masyarakat terkait pencegahan serta cara mengatasi hipertensi secara mandiri,” ujar Katrin saat memberikan keterangan resmi.

Manfaat Black Garlic dan Rosella untuk Jantung

Guna mencapai tujuan itu, mahasiswa langsung mempraktikkan pengolahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Mereka secara khusus mendemonstrasikan pembuatan teh rosella dan mengupas tuntas manfaat black garlic sebagai alternatif pangan sehat.

Kedua bahan alami tersebut terbukti efektif membantu menjaga stabilitas tekanan darah jika masyarakat mengonsumsinya secara teratur. Selain itu, tim PPK Ormawa juga menggelar pemeriksaan tekanan darah gratis secara berkala bagi warga setempat.

Warga juga menerima panduan praktis mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta ajakan berolahraga rutin. Respons positif pun langsung datang dari Pemerintah Desa Kebocoran atas kehadiran program pengabdian ini.

Kepala Desa Kebocoran, Eri Pujiono, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kontribusi aktif para mahasiswa. Eri berharap transfer ilmu ini dapat mengubah kebiasaan hidup masyarakat menjadi jauh lebih sehat.

“Kehadiran mahasiswa memberikan energi baru bagi desa kami, terutama dalam mengedukasi cara mengatasi hipertensi secara alami,” ungkap Eri penuh apresiasi.

Bahaya Silent Killer di Masyarakat

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Ns. Latif Hisbullah, M.Kep., mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap bahaya tekanan darah tinggi. Penyakit ini kerap mendapat julukan sebagai silent killer karena sering muncul tanpa gejala awal yang jelas.

Jika warga mengabaikannya, penyakit tersebut berpotensi memicu komplikasi fatal seperti stroke hingga serangan jantung. Oleh karena itu, deteksi dini dan intervensi herbal menjadi kunci utama keselamatan warga.

“Pendampingan mahasiswa ini membantu warga mengenali gejala hipertensi sejak dini melalui langkah-langkah pencegahan yang sederhana,” tutur Latif.

Melalui kolaborasi erat ini, ilmu keperawatan tidak hanya mandek di dalam ruang kelas atau rumah sakit. Kolaborasi ini sukses mengendalikan kasus darah tinggi sekaligus menginspirasi desa lain di Banyumas.

Kontributor: Cahyudi
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777