Risalah Islam Berkemajuan: Strategi Muhammadiyah Pekalongan Tangkal Pemikiran Ekstrem

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan bergerak cepat memperkuat ideologi gerakan di tingkat akar rumput. Mereka menilai penguatan ideologi Muhammadiyah sangat penting untuk membentengi warga dari paparan paham radikal maupun liberal yang merusak masyarakat.
Langkah strategis ini mewujud nyata dalam Kajian Ideologi yang digelar oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PCM Pekajangan. Kegiatan intensif ini berlangsung selama dua hari di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Kedungwuni.
Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Mulyono Kastari, hadir langsung menjadi pembicara utama. Di hadapan ratusan peserta, ia mengupas tuntas konsep Risalah Islam Berkemajuan sebagai panduan resmi organisasi.
Tujuh Karakter Gerakan Modern
Mulyono Kastari menegaskan bahwa Risalah Islam Berkemajuan merupakan produk monumental Muktamar ke-48 Muhammadiyah. Produk ini bukan sekadar dokumen formal di atas kertas. Sebaliknya, konsep ini menjadi motor penggerak dakwah nyata yang membawa kemaslahatan bagi semesta alam.
Dalam pemaparannya, Mulyono merinci tujuh karakteristik utama yang mendefinisikan arah gerakan persyarikatan. Karakteristik pertama adalah tauhid murni yang membebaskan manusia dari egoisitas diri.
Selanjutnya, gerakan ini selalu bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Namun, Muhammadiyah tetap menghidupkan ijtihad dan membuka ruang penalaran ilmiah. Langkah ini penting untuk menjawab tantangan zaman modern yang terus berubah dinamis.
Menolak Ekstremisme Kanan dan Kiri
Karakteristik berikutnya yang menjadi sorotan adalah pengembangan Islam Wasathiyah atau jalan tengah. Melalui prinsip ini, kader Muhammadiyah wajib menolak ekstremisme kanan berupa radikalisme yang kaku. Pada saat yang sama, mereka juga harus membentengi diri dari ekstremisme kiri berupa liberalisme yang kebablasan.
Organisasi ini juga mengedepankan inklusivitas perjuangan yang membuka lebar pintu kerja sama. Muhammadiyah Pekalongan siap bersinergi dengan siapa saja selama membawa misi kebaikan. Kelenturan ini diperkuat oleh independensi pemikiran fikih yang tidak terikat pada mazhab tertentu.
Sikap adaptif dan toleran inilah yang melahirkan keluwesan hukum. Alhasil, organisasi mampu bergerak lincah mengelola amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Seluruh gerakan tersebut tetap berdiri kokoh di atas prinsip moral yang kuat.
Kontributor: Bono
Editor: Alafasy



