Sering Terlupakan, Ustadzah di Bangsri Ini Ingatkan Para Guru TPQ Hakikat Harta dan Anak
PWMJATENG.COM, JEPARA – Ustadzah Siti Asiyah mengajak para pengajar Al-Qur’an untuk menata ulang niat dalam mendidik generasi muda. Ia menegaskan bahwa harta benda dan anak-anak hanyalah perhiasan dunia yang bersifat sementara.
Pesan spiritual ini menggema dalam pertemuan rutin Ikatan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (IGTPQ) Wilayah Utara. Sebanyak 37 ustadzah menghadiri kegiatan yang berlangsung di TPQ Al-Hikmah 1 Bangsri, Jepara, Rabu (8/7/2026).
Saat menyampaikan tausiyah, Ustadzah Siti Asiyah mengupas mendalam tafsir Surah Al-Kahfi ayat 46. Ayat tersebut menerangkan hakikat kehidupan dunia yang fana.
Mengabdi Demi Amal Sholeh
“Ketika kita memahami ayat ini, orientasi hidup pasti berubah,” ujar Ustadzah Siti Asiyah di hadapan peserta. Beliau menambahkan, seluruh aktivitas harian manusia seharusnya bermuara pada pencarian amal sholeh yang abadi di sisi Allah SWT.
Oleh karena itu, setiap Guru TPQ perlu menanamkan kesadaran tinggi selama mengabdi. Perjuangan mendidik generasi Qur’ani merupakan investasi akhirat yang pahalanya terus mengalir tanpa putus.
Forum tersebut juga menjadi ruang bagi para peserta untuk mensyukuri keberkahan majelis ilmu. Kebersamaan dalam wadah IGTPQ merupakan nikmat besar yang tidak bisa diukur dengan materi atau logika semata.
Persiapan Ujian Santri di Bucu
Selain penguatan spiritual, organisasi memanfaatkan pertemuan ini sebagai sarana konsolidasi internal. Ketua IGTPQ Wilayah Utara, Endang Puji Rahayu, membagikan sejumlah informasi penting hasil koordinasi tingkat kabupaten.
Salah satu pembahasan utama dalam rapat tersebut adalah persiapan ujian santri. Pengurus menjadwalkan agenda krusial ini di Desa Bucu dalam waktu dekat.
Untuk menjaga standarisasi kelulusan Pendidikan Al-Qur’an, panitia menunjuk Ustadz Mi’n sebagai penguji utama. Pengurus juga mematangkan persiapan teknis agar ujian berjalan lancar guna mengukur kompetensi santri secara objektif.
Melalui agenda rutin ini, para Guru TPQ di wilayah utara diharapkan semakin termotivasi. Semangat kolektif ini menjadi modal utama untuk mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan mencintai Al-Qur’an.
Kontributor: Kusnitah
Editor: Alafasy



