Inovasi Pengelolaan Sampah: Duet Mahasiswa Geografi UMS Ciptakan Alat OQZ Antiapek Hingga Sabet Medali Dunia
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Dua mahasiswa Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional. Oleh karena itu, mereka berhasil membuktikan bahwa riset akademis kampus mampu melahirkan inovasi pengelolaan sampah yang aplikatif bagi masyarakat luas. Capaian luar biasa ini sekaligus memperkuat posisi UMS sebagai inkubator peneliti muda yang solutif.
Sementara itu, duet mahasiswa tangguh tersebut adalah Hian Risnandar (angkatan 2023) dan Rafif Allaam Dhiyaulhaq (angkatan 2024). Mereka sukses mengamankan posisi Bronze Medal dalam ajang World Innovation for Sustainability Essay Competition (WISEC) 2026. Selain itu, kompetisi bergengsi ini berfokus pada penjaringan ide segar berskala global guna mendukung program pembangunan berkelanjutan.
Di sisi lain, dosen pendamping Program Studi Geografi UMS, Dr. Choirul Amin, S.Si., M.M., setia mengawal perjuangan mahasiswanya sejak tahap awal. Selanjutnya, ia terus mematangkan kedalaman materi riset dari proses penyusunan gagasan hingga teknik presentasi di hadapan juri internasional. Sinergi solid antara dosen dan mahasiswa ini terbukti ampuh menghasilkan karya ilmiah yang sangat berbobot.
Gagasan Cerdas Alat OQZ untuk Mengurangi Bau Apek
Kemudian, dalam kompetisi yang mengangkat subtema Sustainable Environment tersebut, tim UMS mengajukan karya rancangan khusus untuk Desa Sawahan. Mereka membuat alat bertajuk “Optimization of the Organic Quarantine Zone (OQZ) Tool for Organic Waste Management in Sawahan Village”. Gagasan ini lahir dari kepedulian mendalam terhadap sengkarut limbah rumah tangga di wilayah pedesaan.
“Alat Organic Quarantine Zone ini merupakan sistem wadah tertutup yang mengontrol proses dekomposisi alami secara efektif,” urai Hian Risnandar pada Selasa (30/6/2026).
Dengan demikian, penggunaan wadah higienis ini mampu menekan bau tidak sedap serta menghalau datangnya kawanan hama penyakit. Selaras dengan hal itu, sistem kedap tersebut juga meminimalkan potensi pencemaran tanah maupun udara di sekitar permukiman warga. Oleh sebab itu, alat sederhana ini langsung menjawab kebutuhan mendesak terkait sanitasi lingkungan yang sehat.
Dukung Misi Global Pencapaian Target SDGs
Hasilnya, penemuan mutakhir dari mahasiswa Geografi UMS ini sangat sejalan dengan arah pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-11 dan 13. Langkah penutupan jalur pembusukan terbuka otomatis memangkas produksi emisi gas rumah kaca yang memicu perubahan iklim ekstrem. Meskipun demikian, keberhasilan program ini tetap bertumpu pada tingkat kesadaran warga dalam memilah limbah harian.
Sebab, menurut Rafif Allaam Dhiyaulhaq, ajang WISEC 2026 telah membuka cakrawala baru baginya untuk membumikan rumpun ilmu geografi ke dalam solusi riil. Pada akhirnya, pihak universitas mengapresiasi tinggi kerja keras mereka karena mampu menghasilkan produk akademis yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak. Dr. Choirul Amin juga meyakini bahwa daya saing internasional mahasiswa UMS kini kian diperhitungkan.
Sebagai bukti nyata dari kesuksesan kompetisi, replika sistem OQZ rencananya akan terus dikembangkan agar bisa diproduksi massal di berbagai daerah. Pihak rektorat berharap raihan medali perunggu ini mampu memicu gelombang motivasi baru bagi mahasiswa lain untuk aktif menulis. Pada akhir cerita, lompatan kreatif lewat inovasi pengelolaan sampah organik ini sukses mengantarkan nama harum almamater ke level dunia.
Kontributor: Fika
Editor: Ayma



