Edukasi Diabetes Melitus: Mahasiswa FIK UMS Hidupkan Lagi Senam Lansia di Sukoharjo
PWMJATENG.COM, SUKOHARJO – Program edukasi diabetes melitus berskala intensif kini hadir menyasar ratusan warga di kawasan Perumahan Grogol Indah, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Tematik FIK UMS Kelompok 49 meluncurkan gerakan terpadu bertajuk SMART DM. Langkah taktis ini bertujuan mendongkrak kesadaran masyarakat rentan terhadap ancaman penyakit tidak menular.
Sementara itu, tim mahasiswa meluncurkan program ini setelah melihat fakta memprihatinkan di lapangan. Berdasarkan hasil observasi bersama bidan desa, aktivitas senam kebugaran di wilayah tersebut ternyata sudah berhenti total selama hampir satu tahun. Selain itu, grafik potensi penyakit gangguan gula darah di posko posyandu lansia setempat juga menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat.
Di sisi lain, Ketua KKN, Trihantoro Putra Pamungkas, menjelaskan bahwa pihaknya mengusung konsep kolaborasi interprofesi yang sangat solid. Selanjutnya, tim gabungan ini menggerakkan mahasiswa dari empat program studi sekaligus, yakni Fisioterapi, Keperawatan, Ilmu Gizi, dan Kesehatan Masyarakat. Sinergi lintas disiplin ilmu tersebut sengaja memprioritaskan penyajian penanganan medis yang jauh lebih komprehensif.
Revitalisasi Gerakan Senam di Posyandu Lansia
Kemudian, jalannya rangkaian kegiatan pada Sabtu (20/6/2026) langsung diawali dengan sesi senam diabetes massal. Mahasiswa Program Studi Fisioterapi memandu aktivitas fisik tersebut khusus untuk membantu menurunkan kadar gula darah para peserta tua. Dengan demikian, warga bisa kembali menikmati rutinitas sehat yang sempat mandek lama di lingkungan mereka.
Selaras dengan hal itu, mahasiswa Kesehatan Masyarakat melanjutkan acara dengan menyajikan edukasi diabetes melitus secara mendalam. Oleh sebab itu, mereka membeberkan secara detail mengenai bahaya komplikasi fatal, pengenalan gejala awal, hingga pengelolaan stres harian. Hasilnya, para kader posko kesehatan menyimak materi interaktif tersebut dengan tingkat antusiasme yang sangat tinggi.
Meskipun demikian, pencegahan penyakit tentu tidak akan maksimal tanpa adanya pengaturan pola makan yang disiplin. Sebab, mahasiswa Ilmu Gizi juga turun tangan memberikan contoh penyusunan menu harian rendah kalori. Pada akhirnya, para peserta mendapatkan panduan praktis mengenai cara memilih bahan pangan alternatif yang aman demi menjaga kestabilan energi tubuh.
Berikan Layanan Cek Gula Darah Gratis
Bahkan, tim medis lapangan juga membuka posko layanan cek gula darah gratis untuk seluruh peserta yang hadir. Mahasiswa Keperawatan memimpin langsung proses pengambilan sampel darah sewaktu (GDS) sebagai langkah deteksi dini risiko stroke. Namun, warga tidak perlu merogoh kocek sama sekali karena seluruh fasilitas kesehatan ini bersifat cuma-cuma.
Salah satu peserta senior, Istiatin, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas inisiatif luar biasa dari KKN Tematik FIK UMS. Menurutnya, program edukasi diabetes melitus serta fasilitas cek darah instan ini sangat membantu lansia mengontrol kebugaran fisik. Oleh karena itu, ia berharap program pendampingan serupa bisa berjalan secara berkala di desanya.
Sebagai bukti nyata dari keberhasilan acara, sekitar 30 peserta yang terdiri dari lansia dan kader aktif mengikuti seluruh sesi penyuluhan dari awal hingga akhir. Pihak universitas berjanji akan terus mengembangkan model kolaborasi interprofesi ini ke berbagai wilayah binaan lain. Pada akhir cerita, sinergi nyata mahasiswa kesehatan ini sukses memicu kemandirian warga dalam merawat kualitas hidup di usia senja.
Kontributor: Yusuf
Editor: Ayma



