Berita

Manfaat Menanam Mangrove: Mahasiswa UNISA Yogyakarta Terapkan Fikih Hijau di Pantai Baros

PWMJATENG.COM, YOGYAKARTA – Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sukses menanam 1.500 bibit mangrove di Pantai Baros, Bantul. Aksi ini bukan sekadar tugas kuliah, melainkan manifestasi nyata konsep Fikih Hijau untuk memulihkan ekosistem pesisir. Mereka berupaya membuktikan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab utama manusia sebagai penjaga bumi.

Pantai Baros di Bantul, Yogyakarta, menghadapi ancaman abrasi yang kian nyata. Kerusakan ekosistem ini terjadi akibat alih fungsi lahan dan kurangnya kesadaran menjaga benteng alami pesisir. Hutan mangrove sejatinya menjadi garda terdepan melindungi daratan dari terjangan gelombang laut.

Perspektif Fikih Hijau memberikan landasan moral kuat bagi upaya penyelamatan lingkungan ini. Islam memandang manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab merawat bumi. Konsep ibadah ekologis inilah yang mendorong 11 mahasiswa Kelompok 5 UNISA Yogyakarta melakukan langkah konkret di lapangan.

Aksi Kolaboratif di Lahan Lumpur

Para mahasiswa terjun langsung ke area perairan dangkal pada 20 Juni 2026. Mereka bekerja sama dengan komunitas Baros Lestari untuk memastikan 1.500 bibit tertanam dengan teknik yang benar. Seluruh peserta bahu-membahu menanam bibit di tengah tantangan medan yang berlumpur.

Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara akademisi dan warga lokal sangat krusial. Selain menanam, mahasiswa memberikan edukasi singkat kepada masyarakat mengenai pentingnya merawat tanaman muda. Mereka ingin memastikan setiap bibit memiliki peluang hidup maksimal untuk masa depan pantai.

Dampak Nyata dan Manfaat Menanam Mangrove

Secara ekologis, program ini membawa manfaat menanam mangrove yang sangat besar bagi keseimbangan alam. Akar mangrove yang kuat berfungsi menahan laju abrasi sekaligus menjadi filter alami penyaring polutan. Kualitas air laut pun perlahan membaik berkat keberadaan ekosistem hijau ini.

Jangka panjangnya, hutan mangrove akan menjadi rumah bagi biota laut yang beragam. Penyerapan emisi karbon pun meningkat signifikan seiring pertumbuhan pohon tersebut di masa depan. Ekonomi masyarakat pesisir diprediksi turut terbantu melalui potensi wisata dan hasil laut yang melimpah.

Amanah untuk Generasi Mendatang

Mahasiswa UNISA Yogyakarta berharap aksi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Mereka menekankan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan keberlanjutan, bukan sekadar seremonial satu kali. Monitoring rutin terhadap bibit yang ditanam menjadi langkah krusial berikutnya.

Perluasan area penanaman dan kolaborasi lintas disiplin ilmu harus terus digalakkan. Melalui aksi nyata, dampak positif bagi bumi akan semakin terasa dan bertahan lama. Semoga inisiatif ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai agama mampu menjawab tantangan krisis lingkungan modern.

Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777