Jangan Tunggu Ramadan, Ini Keutamaan Menunaikan Zakat Penghasilan Setiap Bulan

PWMJATENG.COM, TEGAL – Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah, Ikhwanushoffa, mengajak masyarakat untuk membiasakan diri membayar zakat penghasilan secara rutin setiap bulan sebagai upaya menyucikan harta dan memberdayakan umat, dalam kajian di PCM Kota Tegal Barat, Ahad (28/6/2026).
Ikhwanushoffa mengajak masyarakat mengubah pola pikir mengenai zakat. Selama ini, umat menganggap zakat hanya sebagai kewajiban saat bulan Ramadan. Padahal, umat harus menunaikan zakat penghasilan secara rutin setiap kali menerima pendapatan.
“Mulai kita biasakan, datang ke Lazismu, bayar zakat jangan hanya ketika di bulan Ramadan saja. Tetapi ketika tiap bulan, bagi pegawai yang menerima gaji bulanan, biasakan setelah gajian langsung bayar zakatnya,” ujar Ikhwanushoffa.
Ia mengingatkan bahwa menunda zakat justru menjebak umat dalam masalah finansial. Seringkali, orang mendahulukan konsumsi atau pembayaran hutang. Akibatnya, mereka mengabaikan zakat karena merasa kekurangan uang terus-menerus.
Pentingnya Kepatuhan dan Keberkahan Harta
Ikhwanushoffa menjelaskan bahwa zakat berfungsi menyucikan harta seseorang. Ia menyarankan umat segera menyisihkan zakat setelah menerima gaji, sebelum mereka mengalokasikan uang untuk keperluan lain.
“Kalau panjenengan pakai untuk bayar hutang dulu, buat bayar kebutuhan dan sebagainya, nanti ujung-ujungnya tidak jadi bayar zakat karena kurang terus, pasti ada kebutuhan terus,” tambahnya.
Mengenai syarat nishab atau haul, ia memberikan penjelasan menenangkan. Rasulullah SAW melalui haditsnya memberikan keringanan bagi umat untuk mempercepat pembayaran zakat sebelum masa haul tiba. Umat bisa memanfaatkan fleksibilitas syariat ini demi kemaslahatan bersama.
Efektivitas Penyaluran Melalui Lembaga Amil
Selain kepatuhan individu, Ikhwanushoffa menekankan pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti Lazismu. Penyaluran melalui amil memungkinkan Lazismu mendata penerima manfaat (mustahik) secara akurat.
Penyaluran mandiri sering kali membuat distribusi bantuan tidak merata. Lazismu memiliki sistem pendataan yang jelas sehingga bantuan tersalurkan secara objektif kepada mereka yang sangat membutuhkan. Langkah ini sekaligus menghidupkan kembali fungsi baitul maal untuk memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan secara sistematis.
Kontributor: Rizky Maradona
Editor: Alafasy



