Air Mata Haru di PCM Tersono: 40 Sesepuh Muhammadiyah Bertongkat Terima Penghargaan
PWMJATENG.COM, BATANG – Sebanyak 40 sesepuh dan tokoh Muhammadiyah tangguh berusia hingga di atas 80 tahun menerima penghargaan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tersono atas dedikasi seumur hidup mereka dalam merintis amal usaha di Lapangan SMP Muhammadiyah Tersono, Batang, Jawa Tengah, Ahad (21/6/2026).
Prosesi penyerahan penghargaan pada momentum Milad Muhammadiyah ke 117 ini menjadi momen paling berkesan bagi ribuan jamaah yang hadir. Satu per satu lansia tangguh maju ke depan panggung Lapangan SMP Muhammadiyah Tersono untuk menerima apresiasi.
Meskipun beberapa di antaranya harus berjalan perlahan dengan bertumpu pada tongkat, senyum keikhlasan tetap mengembang di wajah mereka. Semangat membara para lansia ini menjadi simbol nyata bahwa perjuangan persyarikatan tidak pernah mengenal batas usia.
Ketua PCM Tersono, Musbikhin, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan wujud rasa hormat mendalam sekaligus ungkapan terima kasih yang tulus. Pihaknya ingin mengabadikan jejak dedikasi para tokoh Muhammadiyah tersebut agar menjadi teladan bagi masa depan.
“Generasi hari ini dapat menikmati berkembangnya sekolah, masjid, musala, dan berbagai amal usaha Muhammadiyah karena adanya perjuangan yang panjang dari para sesepuh. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi generasi penerus sekaligus pengingat agar tidak melupakan sejarah perjuangan mereka,” ujar Musbikhin.
Warisan Nyata untuk Kader Muda
Langkah PCM Tersono ini mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batang. Pihak PDM Batang menilai kisah inspiratif tokoh Muhammadiyah dari Tersono harus menjadi bahan bakar bagi ranting dan cabang lain.
Ketua PDM Batang, Harto Setyono, dalam sambutannya mengajak seluruh warga persyarikatan untuk bergerak lebih progresif. Warga Muhammadiyah Batang memikul tanggung jawab besar untuk merawat warisan fisik dan spiritual para pendahulu.
“Saya mengajak warga Muhammadiyah untuk terus melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui empat gerakan utama, yaitu memakmurkan masjid dan musala, memperkuat solidaritas sosial melalui Lazismu, membangun sinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, serta memprioritaskan pengembangan pendidikan, sosial, dan amal usaha Muhammadiyah,” kata Harto Setyono.
Sinergi Dakwah Kultural dan Digitalisasi
Suasana religius di wilayah Muhammadiyah Batang ini semakin hidup berkat kehadiran Wayang Golek Pitutur yang dibawakan oleh Ki Ustad Pujiono dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah. Dakwah kultural Muhammadiyah yang kreatif ini sukses memikat perhatian ribuan pasang mata jamaah.
Melalui media seni tradisional yang komunikatif, Ki Ustad Pujiono menyisipkan pesan penting mengenai Panca Karsa Muhammadiyah. Narasi budaya ini mengingatkan jamaah akan tantangan modernisasi yang harus dihadapi oleh organisasi secara kolektif.
“Kita harus menguatkan Panca Karsa Muhammadiyah melalui lima kekuatan utama, yakni Daya Cinta Muhammadiyah, Daya Kaderisasi, Daya Kualitas dan Kesejahteraan Amal Usaha Muhammadiyah, Digitalisasi Organisasi, serta Daya Ekonomi Sosial Umat,” ucap Ki Ustad Pujiono di hadapan jamaah.
Melalui penghargaan dan tabligh akbar ini, PCM Tersono berharap nilai-nilai keikhlasan para sesepuh terus mengalir dalam darah para kader muda. Semangat beramal tanpa pamrih dalam membangun pendidikan dan melayani masyarakat kini menjadi estafet perjuangan yang siap diteruskan.
Kontributor: Pujiono
Editor: Alafasy



