Mahasiswi UMS Kenalkan Porsi Isi Piringku Kemenkes ke Anak-Anak di Malaysia
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Menggunakan media visual interaktif, mahasiswi Ilmu Gizi UMS Dhini Hilyati mengajari anak-anak perantauan di Malaysia cara mengatur porsi isi piringku kemenkes demi mewujudkan pola hidup sehat sejak dini pada Sabtu (13/6/2026).
Dhini Hilyati selaku mahasiswi KKN Internasional Batch 3 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sengaja membawa misi besar ini ke Sanggar Bimbingan (SB) Kelana Jaya, Malaysia. Dalam aksi nyata tersebut, mahasiswi program studi Ilmu Gizi ini memanfaatkan media poster resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Langkah taktis ini terbukti sangat efektif untuk mengenalkan makanan sehat untuk anak secara sederhana dan aplikatif.
“Saya menggunakan poster resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai media utama, lengkap dengan panduan visual ‘Isi Piringku’ yang memuat porsi ideal makanan dalam satu piring sehat,” ujar Dhini pada Selasa (23/6/2026).
Melalui materi kampanye ini, Dhini mengajak anak-anak perantauan untuk membagi piring makan mereka ke dalam empat kelompok pangan utama. Komposisi sehat tersebut meliputi lauk-pauk, makanan pokok, buah-buahan, dan sayur-mayur. Berkat permainan interaktif yang seru, akhirnya tujuh anak pekerja migran berhasil menyusun sendiri porsi makan ideal harian mereka.
Panduan Aplikatif 10 Pedoman Gizi Seimbang
Selain itu, pengenalan porsi isi piringku kemenkes ini juga berjalan beriringan dengan penyampaian 10 pedoman gizi seimbang. Oleh karena itu, anak-anak tidak hanya belajar porsi makan, melainkan juga memahami pentingnya mengonsumsi air putih dan rutin berolahraga. Proses edukasi pun mengalir santai melalui diskusi interaktif dan celetukan polos dari para peserta.
“Kak, kalau minum es teh manis itu sama tidak hitungannya?” tutur Dhini saat menirukan pertanyaan salah satu murid yang seketika memancing tawa ceria seisi ruangan sanggar.
Di samping porsi makan, Dhini ternyata menyisipkan materi penting mengenai cara membaca label kemasan makanan sebelum jajan. Anak-anak perantauan langsung mempraktikkan materi ini menggunakan bungkus snack yang mereka pegang masing-masing. Melalui pengetahuan praktis tersebut, Dhini ingin membentuk kebiasaan mandiri dalam memilih makanan yang aman dan bernutrisi tinggi.
Media Sederhana untuk Perubahan Besar di Rumah
Inisiatif dari mahasiswa ilmu gizi UMS ini sekaligus membuktikan bahwa edukasi kesehatan mampu menembus keterbatasan fasilitas ruang kelas. Penggunaan potongan gambar makanan dan poster terbukti sangat ampuh memicu pemahaman yang mendalam. Oleh sebab itu, seluruh rangkaian aktivitas hari itu sengaja dirancang agar pesan gizi seimbang dapat diserap secara menyeluruh.
“Saya berharap pengetahuan yang didapat tidak berhenti di ruang belajar, melainkan terbawa pulang dan menjadi kebiasaan baru dalam keseharian mereka dan keluarga,” kata Dhini dengan penuh harap.
Hasilnya, melalui pendekatan berbasis praktik langsung, anak-anak perantauan kini lebih memahami apa yang ada di dalam piring mereka. Pada akhirnya, kebiasaan baru ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan keluarga pekerja migran Indonesia di lingkungan perantauan secara jangka panjang.
Kontributor: Maysali
Editor: Alafasy



