Persiapan Jambore Aisyiyah Jateng 2026 Matang, 560 Kader Siap Serbu Tawangmangu
PWMJATENG.COM, SEMARANG – Sebanyak 560 kader perempuan berkemajuan dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah siap mengepung Wonderpark Tawangmangu untuk mengikuti Jambore Aisyiyah Jateng 2026 pada Sabtu-Ahad, 27-28 Juni mendatang. Langkah mantap tersebut menegaskan kembali komitmen organisasi dalam audiensi kesiapan panitia bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah baru-baru ini.
Melalui pertemuan strategis tersebut, panitia akhirnya mematangkan seluruh konsep acara yang akan mempertemukan ratusan penggerak perempuan berkemajuan. Berdasarkan catatan pihak panitia, sekitar 560 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah sudah mengonfirmasi kehadiran mereka. Sementara itu, komposisi peserta kali ini mencakup jajaran ketua dan sekretaris Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA), unsur majelis, lembaga, hingga Badan Pembantu Pimpinan (BPP).
Oleh karena itu, Wakil Ketua PWA Jawa Tengah, Hj. Lintal Muna, S.Pd.I, M.Ag., memastikan bahwa seluruh elemen organisasi sangat siap menyukseskan agenda besar ini. Selain itu, pihaknya sengaja memilih kawasan pegunungan yang sejuk untuk menyuntikkan energi baru bagi para kader.
“Jambore ‘Aisyiyah Jawa Tengah 2026 siap digelar di Tawangmangu, libatkan sekitar 560 peserta,” ujar Hj. Lintal Muna saat memaparkan kesiapan acara.
Penguatan Ketahanan Pangan dan Isu Nasional
Kemudian, panitia menegaskan bahwa berkumpulnya ratusan mobilisator ini bukan sekadar ajang silaturahmi seremonial. Sebaliknya, ‘Aisyiyah berkomitmen menggerakkan anggotanya untuk merespons berbagai persoalan mendasar di tengah masyarakat. Hal ini terlihat dari pemilihan salah satu fokus utama dalam pertemuan dua hari tersebut, yaitu penguatan ketahanan pangan berbasis keluarga.
Guna mematangkan misi mulia tersebut, panitia juga menghadirkan para pemangku kebijakan tingkat nasional. Nantinya, narasumber dari Kementerian Pangan serta Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) akan mengisi sesi utama pada hari Sabtu. Tidak hanya itu, pimpinan pusat ‘Aisyiyah, BAZNAS RI, dan BKOW juga akan memberikan pembekalan strategis secara langsung.
“Kegiatan ini bertujuan membangkitkan semangat ber-‘Aisyiyah sekaligus mendukung program ketahanan pangan dan menggerakkan para mobilisator ‘Aisyiyah di berbagai daerah,” kata Hj. Lintal Muna menambahkan.
Peluncuran Program Inovatif dan Kompetisi Digital
Di samping itu, ajang Jambore Aisyiyah Jateng 2026 ini juga menjadi panggung inovasi bagi gerakan perempuan Muhammadiyah. Melalui momentum ini, organisasi akan meluncurkan empat program desa binaan secara serentak. Program-program unggulan tersebut meliputi Desa Literasi, Desa Sehat, Desa Spiritual dan Sosial, serta Desa Sadar Hukum.
Selanjutnya, panitia juga memberi ruang khusus bagi kreativitas digital kader perempuan melalui berbagai kompetisi modern di Wonderpark Tawangmangu. Dalam hal ini, para peserta akan saling beradu gagasan lewat lomba konten digital, video, vlog, hingga desain flyer. Langkah taktis ini menjadi strategi jitu organisasi dalam melahirkan kader perempuan Muhammadiyah yang adaptif terhadap teknologi media sosial.
Bahkan, pada malam keakraban, panitia akan menyuguhkan pentas seni yang menampilkan kekayaan kearifan lokal dari masing-masing daerah asal peserta. Sementara pada hari kedua, suasana religius dan fisik para kader akan semakin kuat melalui ibadah salat tahajud berjamaah, kuliah subuh, dan senam pagi bersama.
Kemandirian dan Militansi Organisasi
Terkait kesiapan teknis di lapangan, panitia kembali memastikan seluruh akomodasi dan fasilitas di lokasi acara sudah matang. Hingga saat ini, upaya penggalangan dana swadaya pun terus berjalan melalui audiensi intensif dengan berbagai instansi pemerintah maupun swasta. Langkah proaktif ini mencakup komunikasi intens dengan BAZNAS, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga kementerian terkait.
Tentu saja, pengurus wilayah menyadari bahwa tantangan logistik dalam pelaksanaan acara skala besar ini tidaklah mudah. Namun, keterbatasan finansial yang ada tidak menyurutkan langkah para penggerak organisasi untuk tetap memberikan dedikasi terbaik bagi masyarakat.
“Meskipun dukungan dana yang diperoleh belum sepenuhnya sesuai harapan, panitia tetap optimistis kegiatan dapat terselenggara dengan baik,” tegas Hj. Lintal Muna. Akhirnya, melalui momentum berharga ini, gerakan ‘Aisyiyah berharap bisa terus melahirkan program berdampak yang langsung menyentuh akar rumput.
Kontributor: Medkom PWM Jateng
Editor: Alafasy



