Unik! Warga Muhammadiyah Simbang Santap Sego Megono Lesehan Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Ratusan warga Dukuh Simbang memadati halaman terbuka dengan penuh khidmat pada Senin malam (15/6/2026). Mereka menyatu dalam pengajian akbar besutan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Simbang, Kecamatan Doro, untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 H. Momentum sakral ini sekaligus menjadi panggung unjuk kekompakan warga melalui tradisi kuliner lokal.
Acara di bawah langit malam Doro ini menghadirkan ulama kharismatik, Drs. KH. Salim Jufri, M.MPd. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah menjadikan momentum pergantian tahun hijriah sebagai sarana evaluasi diri atau muhasabah. Tokoh agama tersebut meminta warga membuka lembaran baru dengan kualitas personal yang jauh lebih baik.
Refleksi Spiritual di Malam 1 Suro
“Mari kita merenung dan introspeksi diri atas segala kekurangan kita,” ujar KH. Salim Jufri di hadapan ratusan jamaah. Beliau menegaskan bahwa Tahun Baru Islam 1448 H harus menjadi titik balik untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal.
Selain aspek spiritual individu, penceramah juga menggarisbawahi pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan antarwarga. Menurutnya, kerukunan dan soliditas sesama merupakan modal utama untuk membangun desa yang berkah dan berkemajuan. Pesan mendalam ini langsung terwujud nyata begitu sesi ceramah selesai.
Kehangatan Sego Megono Tanpa Sekat
Suasana pengajian akbar segera berubah menjadi sangat hangat dan penuh kekeluargaan pasca-siraman rohani. Panitia langsung menyajikan kuliner khas Pekalongan, sego megono, di atas hamparan daun pisang yang memanjang.
Seluruh warga kemudian merapatkan barisan dan duduk lesehan bersama di atas satu tikar yang sama. Dalam momen makan bersama ini, sekat dan status sosial seketika melebur. Tokoh masyarakat, pengurus Muhammadiyah Simbang, hingga warga biasa saling bercengkerama menikmati gurihnya hidangan lokal tersebut.
Tradisi unik ini menjadi bukti sahih betapa kuatnya ikatan silaturahmi yang dirawat oleh masyarakat setempat. Berbekal semangat introspeksi dan solidnya kebersamaan, warga menyongsong Tahun Baru Islam 1448 H dengan optimisme baru demi mewujudkan lingkungan yang damai.
Kontributor: Toir / Karyo
Editor: Alafasy



