Berita

Antisipasi Krisis Iklim, 6 Agama di Indonesia Sepakat Luncurkan Gerakan Rumah Ibadah Ramah Lingkungan

PWMJATENG.COM, JAKARTA – Perwakilan enam agama resmi meluncurkan Gerakan Nasional Rumah Ibadah Ramah Lingkungan Lintas Iman di Jakarta, Rabu (10/6/2026), demi mempercepat edukasi ekologi setelah riset terbaru mengungkap mayoritas masyarakat Jawa belum melek bahaya krisis iklim.

Riset terbaru dari Yayasan Amanah Daya Nusantara (AYANA) mengungkap fakta mengejutkan mengenai literasi lingkungan di Indonesia. Berdasarkan survei terhadap lebih dari 4.000 responden, sekitar 70 persen masyarakat di Pulau Jawa ternyata belum memahami isu krisis iklim secara utuh. Minimnya pemahaman ini menjadi tembok besar dalam mempercepat gerakan penyelamatan bumi.

Peran Strategis Tokoh Lintas Agama

Menanggapi situasi darurat tersebut, para pemimpin agama kini mengambil peran sebagai ujung tombak edukasi masyarakat. Hubungan emosional dan tingkat kepercayaan yang tinggi dari umat menjadi modal utama untuk membumikan isu lingkungan saat ini. Pendekatan berbasis nilai keagamaan dinilai jauh lebih efektif daripada sekadar sosialisasi formal.

“Tokoh agama merupakan kelompok yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi di tengah masyarakat. Ini menjadi peluang besar untuk mengedukasi masyarakat tentang krisis iklim dengan bahasa yang sederhana dan berbasis nilai-nilai yang mereka yakini,” ujar Direktur Eksekutif AYANA, Rizal Algamar.

Rizal juga menegaskan pentingnya pendekatan berbasis nilai (value-based segmentation). Melalui strategi ini, program penyelamatan lingkungan akan lahir dari kesadaran iman masyarakat sendiri. Langkah tersebut sekaligus menghapus stigma bahwa isu ekologi merupakan agenda asing dari luar.

Kolaborasi Mengatasi Fragmentasi Gerakan

Selama ini, berbagai komunitas iman sebenarnya telah memiliki program lingkungan unggulan yang berjalan mandiri. Komunitas Muslim aktif dengan Eco-Pesantren dan Green Waqf, sementara gereja Kristen Protestan konsisten lewat Bulan Lingkungan dan Gerakan Tanpa Plastik. Komunitas Katolik bergerak bersama amanat Laudato Si’, komunitas Hindu menjaga konservasi mangrove melalui Green Dharma, dan umat Buddha konsisten mengembangkan Eco-Vihara.

Meski demikian, gerakan-gerakan positif tersebut masih berjalan sendiri-sendiri di lingkungan internal masing-masing. Akibatnya, daya dobrak berbagai aksi tersebut belum memberikan dampak yang signifikan secara nasional. Forum lintas iman ini hadir justru untuk menjembatani dan menyatukan energi besar yang sempat terpecah tersebut.

“Setiap komunitas memiliki landasan teologis yang kuat dan program lingkungan yang sudah berjalan. Tantangannya adalah bagaimana berbagai inisiatif tersebut dapat saling terhubung sehingga menghasilkan dampak yang lebih luas,” jelas Prof. Amelia Fauzia dari Social Trust Fund (STF) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Empat Agenda Prioritas Lintas Iman

Sebagai langkah konkret, forum lintas iman menyepakati empat agenda strategis untuk menekan dampak perubahan iklim. Rencana besar tersebut meliputi Gerakan Nasional Rumah Ibadah Ramah Lingkungan Lintas Iman dan pembentukan Sekretariat Bersama. Selain itu, mereka juga meluncurkan Program Pemuda Lintas Iman untuk Keadilan Iklim serta pengembangan Filantropi Hijau Lintas Iman.

Komunitas iman dinilai memiliki modal sosial yang sangat kuat untuk membangun respons kolektif terhadap dampak buruk lingkungan. Gerakan ini juga berfokus untuk merancang cara mengatasi perubahan iklim secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan dari tingkat akar rumput.

“Nilai-nilai agama perlu diterjemahkan menjadi aksi yang terukur dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas iman, kita dapat membangun ketahanan masyarakat sekaligus memperkuat keadilan ekologis di berbagai daerah,” ujar Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan.

Kontributor: Farah Adiba
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://web.pn-sidrap.go.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacor