Berita

Efektif Cegah Kuman, Mahasiswa UMS Edukasi Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun ke Anak TK

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Guna menanamkan kebiasaan sehat sejak dini, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan edukasi intensif mengenai cuci tangan pakai sabun dan pengelolaan sampah di TK Aisyiyah Sindon, Surakarta, pada Sabtu (30/5/2026). Langkah ini mereka ambil untuk mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan sekolah.

Mahasiswa Prodi Kesmas UMS menginisiasi kegiatan ini dengan menggandeng Politeknik Assalam Surakarta. Mereka menyasar siswa TK Aisyiyah Sindon agar anak-anak memahami dasar-dasar kesehatan lingkungan sejak dini.

Para mahasiswa tidak hanya menyampaikan teori secara membosankan. Sebaliknya, mereka mengenalkan langkah-langkah cuci tangan pakai sabun melalui media audiovisual agar anak-anak mudah mempraktikkannya.

“Pengabdian mengenai CTPS dan pengelolaan sampah kepada siswa TK sangat penting. Program ini menjadi upaya preventif untuk mencegah penyakit sekaligus menjaga lingkungan tetap sehat,” ujar dosen pembimbing, Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum, S.K.M., M.Kes.

Menurut Tanjung, orang tua dan pendidik harus menanamkan kebiasaan ini sejak dini. Dengan demikian, anak-anak akan tumbuh sebagai pribadi yang bertanggung jawab dan peduli terhadap kesehatan dirinya.

Metode Edukasi Interaktif

Mahasiswa memberikan penjelasan mendalam tentang waktu yang tepat untuk membersihkan tangan. Mereka menekankan pentingnya mencuci tangan sebelum makan, setelah bermain, usai menggunakan toilet, serta setelah memegang benda kotor.

Selain edukasi kesehatan, tim mahasiswa juga menyisipkan materi pengelolaan sampah. Mereka menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE) bernama “Trash Go” supaya anak-anak mengenal jenis sampah organik, anorganik, dan B3 dengan cara yang menyenangkan.

“Selama kegiatan berlangsung, suasana belajar tampak sangat interaktif. Anak-anak terlihat senang, ceria, aktif menjawab pertanyaan, serta antusias mengikuti permainan dan praktik cuci tangan,” tambah Tanjung.

Evaluasi dan Harapan Masa Depan

Sebelum memulai kegiatan, tim melakukan pretest untuk memetakan pemahaman awal siswa. Setelah sesi berakhir, mereka kembali memberikan posttest guna mengukur efektivitas metode tersebut.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa. Akhirnya, mereka kini memahami cara memilah sampah dan pentingnya manfaat PHBS di sekolah melalui kebiasaan bersih-bersih.

Tanjung berharap hasil positif ini tidak berhenti di sekolah saja. Ia ingin para siswa menerapkan cara mencegah kuman pada anak ini dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten.

“Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, saya berharap anak-anak TK Aisyiyah Sindon dapat menerapkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sesuai jenisnya, serta membiasakan cuci tangan pakai sabun dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Kontributor: Rara/Adi
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *