Berita

Harga Hewan Kurban 2026 Berubah, Tren Unik Terjadi di Jepara: Kurban Kambing Meroket 100 Persen Gara-Gara Ini

PWMJATENG.COMJEPARA — Tren unik mewarnai perayaan Iduladha 1447 H di Kabupaten Jepara setelah jumlah warga yang berkurban kambing melonjak hingga dua kali lipat akibat anjloknya harga pasar lokal, Rabu (27/5/2026). Fenomena ini tercatat saat ratusan jemaah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Dermolo menggelar ibadah kurban dan salat Id di Lapangan Bola Voli Dukuh Gundi, Desa Dermolo, Kecamatan Kembang.

Ketua PRM Dermolo, Widoyoko, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya antusiasme warga dalam menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H ini. Fenomena menarik justru terlihat dari jenis hewan kurban yang disembelih oleh jemaah di Lapangan Bola Voli Dukuh Gundi tersebut.

“Untuk tahun ini jemaah yang kurban untuk kambing naik 100 persen sedangkan untuk yang kurban sapi turun,” terang Widoyoko saat ditemui di lokasi kegiatan, Rabu (27/5/2026).

Pihak panitia mencatat jemaah PRM Dermolo menyembelih total dua ekor sapi dan delapan ekor kambing. Lonjakan drastis pada kurban kambing ini terjadi bukan tanpa alasan.

Pergeseran Tren Harga Hewan Kurban 2026 di Jepara

Kondisi ekonomi di wilayah Jepara saat ini memang sedang memengaruhi daya beli masyarakat terhadap hewan ternak. Fluktuasi nilai jual di pasar lokal menjadi pemicu utama jemaah lebih memilih berkurban kambing daripada sapi atau kerbau.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga kambing tahun ini justru turun atau relatif lebih murah. Sebaliknya, harga sapi dan kerbau di tingkat peternak lokal justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dinamika pasar tersebut pada akhirnya memicu penurunan pembelian hewan kurban berukuran besar secara makro.

Khutbah Iduladha: Umat Harus Kuat Menghadapi Krisis Global

Selain dinamika ekonomi dalam ibadah kurban, pelaksanaan salat Id berjemaah di lapangan ini juga sarat akan pesan penguatan mental. Galih Satria Aji yang bertindak sebagai imam dan khatib mengajak ratusan jemaah untuk merefleksikan kondisi dunia saat ini.

Dalam khutbahnya, Galih mengusung tema penting mengenai cara kuat menghadapi krisis global. Menurutnya, seluruh umat Islam wajib melatih ketahanan diri dalam menghadapi berbagai macam ujian lahir maupun batin.

“Di mana saat krisis global umat Islam harus kuat dan tahan menghadapi ujian baik itu ujian ekonomi, mental akidah dan ideologi,” tegas Galih di hadapan ratusan jemaah yang hadir.

Melalui momentum hari raya ini, Widoyoko selaku pimpinan ranting berharap seluruh warga dapat memetik hikmah terdalam dari ibadah kurban. Ia optimistis pergeseran tren ekonomi ini tidak akan mengurangi kekhusyukan beribadah umat.

“Semoga kedepannya seluruh jemaah Muhammadiyah Dermolo kuat iman, kuat ilmu, kuat akidah dan kuat ekonomi,” harap Widoyoko menutup pembicaraan.

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/