Jejak Sejarah Menguatkan Iman, Jamaah Haji KBIHUM Jepara Hayati Perjuangan Islam di Kota Madinah

PWMJATENG.COM, JEPARA — KBIHU Muhammadiyah Jepara menghadirkan pengalaman ibadah yang mendalam bagi para jamaah pada tahun 2026. Melalui program “Pemaknaan Kota Madinah”, jamaah haji KBIHUM Jepara menyelami jejak perjuangan Rasulullah SAW secara langsung pada Selasa (12/05/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kualitas spiritual melalui pemahaman sejarah Islam yang nyata.
Menghidupkan Sejarah di Masjid Ghomamah Pembimbing Haji KBIHUM Jepara, Ustadz Sukahar, memimpin langsung perjalanan luar ruang ini. Mereka menyusuri berbagai lokasi bersejarah di sekitar Masjid Nabawi dengan penuh khidmat. Salah satu titik utama kunjungan adalah Masjid Ghomamah atau Masjid Awan.
Tempat ini menyimpan kisah monumental tentang doa Rasulullah SAW saat memohon hujan. Penjelasan mendalam dari pembimbing membuat jamaah haji KBIHUM Jepara memahami peran Islam sebagai solusi kehidupan. Suasana haru pun menyelimuti para jamaah ketika membayangkan beratnya ujian dakwah Nabi.
Mengenang Keteladanan Sahabat di Jannatul Baqi Perjalanan spiritual berlanjut menuju Jannatul Baqi, kompleks pemakaman ribuan sahabat Nabi. Di sini, jamaah mengenang keberanian tokoh besar seperti Utsman bin Affan hingga Fatimah az-Zahra. Ustadz Sukahar menegaskan bahwa Islam Rahmatan Lil ‘Alamin tegak melalui pengorbanan yang luar biasa.
Momen ini menjadi pengingat bagi setiap individu untuk meneladani kesetiaan para pejuang Islam. Para jamaah tampak antusias menyerap setiap hikmah dari lokasi penuh sejarah tersebut. Hal ini membuktikan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan transformasi batin.
Membangun Spirit Perubahan Setelah Kembali KBIHUM Jepara berharap kegiatan ini mampu mengubah mentalitas jamaah menjadi lebih positif. Kota Madinah yang penuh cahaya harus menjadi inspirasi saat mereka kembali ke tanah air nanti. Oleh karena itu, pemaknaan sejarah ini menjadi modal penting bagi perubahan karakter.
Bagi peserta, perjalanan ini merupakan momentum emas untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Mereka berkomitmen menjadi muslim yang lebih bermanfaat bagi sesama setelah pulang. “Kami ingin jamaah menjadi pengikut Nabi yang semakin taat kepada Allah,” pungkas Ustadz Sukahar.
Kontributor: Kusnitah, Dina
Editor: Ayma



