Filosofi Waktu dan Wayang Golek Warnai Puncak Milad ke-32 SMK Muhammadiyah Gubug

PWMJATENG.COM, GROBOGAN – SMK Muhammadiyah Gubug merayakan perjalanan panjang pengabdiannya yang ke-32 tahun dengan cara yang unik. Sekolah ini menggelar pementasan Wayang Golek Pitutur yang berlangsung khidmat di halaman sekolah pada Selasa (5/5/2026).
Momentum milad ke-32 ini menjadi sarana refleksi bagi seluruh civitas akademika. Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat komitmen sekolah dalam mencetak generasi yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia.
Refleksi 32 Tahun Pengabdian
Kepala SMK Muhammadiyah Gubug, Muslimin, S.Pd.I., memberikan laporan mendalam mengenai sejarah sekolah. Beliau menegaskan bahwa usia 32 tahun merupakan bukti konsistensi dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, seluruh capaian saat ini adalah buah dari kerja keras dan kebersamaan.
“Kami berharap perjalanan ini membawa keberkahan lebih besar. Tentunya, semua harus tetap berlandaskan pada nilai keikhlasan dan keimanan,” ujar Muslimin.
Selanjutnya, Ketua PCM Gubug, Ali Sadzali, turut memberikan apresiasi tinggi. Beliau memuji konsistensi SMK Muhammadiyah Gubug dalam menjaga kualitas pendidikan berbasis karakter. Menurutnya, sekolah ini harus terus menjadi pilar pendidikan unggul guna menjawab tantangan zaman yang kian dinamis.
Seni Tari dan Jurusan Unggulan
Suasana acara semakin semarak saat siswa menampilkan suguhan seni tari yang memukau. Penampilan tersebut menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pengembangan bakat seni.
Saat ini, SMK Muhammadiyah Gubug mengelola lima jurusan unggulan untuk menyiapkan lulusan siap kerja. Jurusan tersebut meliputi Keperawatan, Farmasi, dan Tata Busana. Selain itu, terdapat pula jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) serta Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).
Pesan Spiritual Tentang Waktu
Puncak acara milad menghadirkan tausiyah dari Ustaz Pujiono yang memberikan pesan spiritual mendalam. Beliau menekankan bahwa setiap manusia harus bijak dalam memaknai waktu. Sebab, waktu tidak bisa terulang dan berfungsi layaknya pedang yang tajam.
Di samping itu, Pujiono mengajak hadirin untuk mensyukuri usia ke-32 ini dengan langkah nyata. Beliau mengingatkan agar para guru tidak mendzalimi profesi dan selalu mengharap ridha Allah.
Sebagai penutup, perayaan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga niat yang lurus dalam mengabdi. Dengan semangat keikhlasan, SMK Muhammadiyah Gubug optimis terus bergerak maju menghadirkan pendidikan yang memberkahi masyarakat.
Kontributor: Pujiono
Editor: Al-Afasy



