UNIMUGO Percepat Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Kampus Unggul Dunia

PWMJATENG.COM, Kebumen– Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) terus memperkuat langkah strategis untuk menjadi institusi pendidikan yang berdaya saing global. Melalui forum inspiratif pada Selasa (28/4/2026), UNIMUGO menegaskan arah transformasi pendidikan tinggi yang adaptif dan inovatif.
Acara ini menghadirkan tokoh penting seperti Prof. Harun Joko Prayitno (Diktilitbang PP Muhammadiyah) dan Prof. Agus Setyo Muntohar (BAN-PT). Turut hadir pula Kepala LLDIKTI VI Jawa Tengah, Prof. Aisyah Endah Palupi, guna memberikan perspektif strategis peningkatan mutu.
Komitmen Rektor UNIMUGO dalam Ekosistem Akademik
Rektor UNIMUGO, Sofian Anif, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen membangun ekosistem akademik yang berkelanjutan. Beliau menekankan bahwa kampus harus menghasilkan lulusan kompeten yang mampu menghadapi perubahan global secara cepat.
Oleh karena itu, UNIMUGO fokus memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan tata kelola institusi. “Kami ingin menyelaraskan visi pengembangan kampus dengan standar mutu nasional maupun global,” ujar Sofian tegas.
Enam Pilar Strategis Strategi Kampus Unggul
Dalam forum tersebut, Prof. Aisyah Endah Palupi memaparkan konsep “Enam Pilar Strategi Unggul”. Pilar pertama fokus pada transformasi pendidikan tinggi melalui kurikulum adaptif dan relevan dengan dunia industri.
Selanjutnya, pilar kedua hingga keenam mencakup penguatan riset, pengabdian masyarakat yang berdampak, serta digitalisasi tata kelola. Pengembangan SDM dan perluasan jejaring global juga menjadi kunci utama dalam meningkatkan reputasi internasional institusi.
Standar Baru Akreditasi dan Budaya Mutu
Prof. Agus Muntohar mengupas tuntas mengenai skema Akreditasi Perguruan Tinggi 4.1 dan Program Studi 5.1. Ia mengingatkan bahwa penilaian saat ini lebih menitikberatkan pada capaian luaran (outcome) yang terukur dan konsisten.
Senada dengan hal itu, Prof. Harun Joko Prayitno mengajak seluruh sivitas akademika mengubah paradigma pengelolaan kampus. Beliau menekankan pentingnya budaya mutu yang terintegrasi di semua lini sebagai mesin penggerak utama efisiensi layanan pendidikan.
Editor: Al-Afasy



