Berita

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Kenalkan Pembelajaran Coding dengan Pendekatan Joyful Learning

PWMJATENG.COM, Surakarta — Pembelajaran coding perlu disampaikan secara kreatif dan menyenangkan agar siswa mampu berpikir logis, kritis, dan kolaboratif. Hal itu disampaikan guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Lilik Haryono, dalam kegiatan di Red Chilies Hotel Surakarta, Sabtu (11/4/2026).

Lilik menjelaskan, coding bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi juga sarana melatih pola pikir siswa agar mampu memecahkan masalah dan menganalisis informasi secara logis.

“Coding membantu anak mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, menganalisis informasi, dan berpikir logis. Ini sangat penting di zaman sekarang,” ujarnya.

Selain itu, pembelajaran coding dinilai dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi siswa. Anak-anak didorong untuk mengekspresikan ide melalui program sederhana yang mereka buat sendiri.

Tidak hanya itu, proses belajar coding juga melatih kemampuan komunikasi dan kolaborasi melalui kerja kelompok. Menurut Lilik, siswa belajar bekerja sama, berdiskusi, hingga memimpin saat menyelesaikan proyek.

“Anak-anak belajar bagaimana bekerja sama, berdiskusi, bahkan memimpin dalam menyelesaikan proyek,” katanya.

Metode Visual Block dan Computational Thinking

Dalam praktiknya, pembelajaran coding di SD Muhammadiyah 1 Ketelan menggunakan metode visual block, yakni teknik pemrograman berbasis tampilan visual. Metode ini memudahkan siswa karena mereka tidak perlu menulis kode secara manual, melainkan cukup menyusun blok-blok perintah yang tersedia.

Pembelajaran juga dikombinasikan dengan metode unplugged atau tanpa perangkat dan plugged atau menggunakan perangkat. Melalui cara ini, siswa dapat memahami konsep secara bertahap.

Lilik menambahkan, coding juga dikaitkan dengan konsep computational thinking, yang meliputi dekomposisi masalah, pengenalan pola, abstraksi, dan penyusunan algoritma.

“Tahapan ini sejalan dengan proses berpikir kritis, mulai dari mengidentifikasi masalah hingga evaluasi solusi,” ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, sekolah berharap dapat membentuk karakter siswa yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif sejak usia dini.

Teknologi Digital Dukung Pembelajaran Interaktif

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Sri Sayekti, menjelaskan bahwa teknologi digital menjadi katalis bagi terciptanya pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan kolaboratif. Melalui pemanfaatan teknologi, siswa dinilai mampu mengonstruksi pengetahuan yang bermakna sesuai konteks kehidupan mereka.

“Integrasi teknologi tidak hanya memudahkan proses pembelajaran, tetapi juga memungkinkan guru melakukan asesmen yang lebih adaptif serta memberikan umpan balik secara real-time kepada peserta didik,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran diharapkan mampu mendukung lahirnya generasi yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan semangat belajar yang menyenangkan.

Kontributor: Dwi Jatmiko
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/