Berita

PAI UMS Kukuhkan Doktor ke-62, Disertasi Muhammad Arif Soroti Sekolah Berbasis Digital

PWMJATENG.COMSURAKARTA — Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengukuhkan Muhammad Arif Wicagsono sebagai doktor ke-62 dalam sidang terbuka promosi doktor, Rabu (8/4). Pada kesempatan itu, Arif meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94.

Promosi doktor tersebut menyoroti disertasi Muhammad Arif yang membahas efektivitas manajemen sekolah berbasis digital serta pembelajaran berbasis Islamic Smart School dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Dalam studi tersebut, Arif melakukan penelitian di SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta dan SMP Muhammadiyah Al-Kautsar PK. Ia menilai dunia pendidikan saat ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurutnya, inovasi seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan robotik telah menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan. Namun, pemanfaatan teknologi digital di Indonesia dinilai masih belum optimal.

“Hal tersebut menyebabkan Indonesia belum mampu bersaing dengan negara maju,” tegasnya.

Arif menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya keterbatasan akses internet, tingginya penggunaan teknologi untuk gim dan hiburan, kesenjangan sarana dan prasarana, serta rendahnya pemanfaatan e-learning.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa manajemen berbasis digital telah diterapkan di kedua sekolah. Penerapan itu mencakup aspek kurikulum, sumber daya manusia, kesiswaan, keuangan, hubungan masyarakat, hingga administrasi melalui pemanfaatan platform digital, computer based test (CBT), serta sistem pengelolaan data berbasis teknologi.

Selain itu, pembelajaran berbasis Islamic Smart School dikembangkan melalui peningkatan literasi digital guru, penggunaan ruang kelas digital, integrasi teknologi informasi dan komunikasi dalam mata pelajaran, serta dukungan tim IT sekolah.

“Pembelajaran menjadi lebih inovatif dan terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman,” jelasnya.

Arif juga menemukan bahwa penerapan manajemen digital dan Islamic Smart School memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kontribusinya mencapai 64,5 persen di SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta dan 29,9 persen di SMP Muhammadiyah Al-Kautsar PK.

Dalam promosi doktor itu, Muhammad Arif Wicagsono dibimbing oleh Promotor Prof. Dr. Waston, M.Hum. dan Ko-Promotor Prof. Andri Nirwana AN, S.Th.I., M.Ag., Ph.D.

Ko-Promotor Andri Nirwana berharap hasil penelitian tersebut dapat terus dikembangkan agar memberi manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam.

Ia juga berpesan agar para doktor tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Maka ini kami harapkan juga dari promovendus, juga doktor-doktor yang lain, supaya selalu membenahi diri, memperbaiki akhlak, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW,” pesannya.

Kontributor : Maysali
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/