Unimus Gelar Wisuda ke-48, Luluskan 842 Wisudawan Siap Bersaing Global

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar Wisuda ke-48 pada Rabu, 1 April 2026, di Gedung Serba Guna (GSG). Sebanyak 842 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan.
Para lulusan tersebut berasal dari berbagai fakultas, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis 101 lulusan, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan 369 lulusan, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora 30 lulusan, Fakultas Kedokteran Gigi 29 lulusan, Fakultas Kesehatan Masyarakat 50 lulusan, Fakultas Kedokteran 161 lulusan, Fakultas Sains dan Teknologi Pertanian 21 lulusan, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer 44 lulusan, serta Program Pascasarjana 36 lulusan.
Dalam kesempatan itu, Unimus juga menetapkan 14 wisudawan terbaik dari masing-masing program studi berdasarkan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Rektor Nomor 302/UNIMUS/SK.EP/2026.
Beberapa wisudawan terbaik yang disebutkan dalam naskah antara lain Dwi Agustina Setyawati dari Program Studi S2 Ilmu Laboratorium Klinis dengan IPK 3,98, Nur Kasan dari Program Studi S2 Keperawatan dengan IPK 3,93, Laelita Widyaningrum dari Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat dengan IPK 3,86, Irfan Noor Rahmat dari Program Studi S1 Kedokteran Gigi dengan IPK 3,83, dan Cut Imanda Niya Taqwa Alifa dari Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dengan IPK 3,92.
Nama lain yang juga tercantum ialah Mohamad Soba dari Program Studi S1 Teknik Mesin dengan IPK 3,60, Dayinta Niwang Wimala dari Program Studi S1 Manajemen dengan IPK 3,86, Tiara Deajeng Sukma dari Program Studi S1 Akuntansi dengan IPK 3,84, Arimbi Okta Varadiba dari Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3,90, Alfina Fauziah Ridwanulhaq dari Program Studi S1 Statistika dengan IPK 3,83, Qonita Hidayati Qurrotu’aini dari Program Studi S1 Ilmu Gizi dengan IPK 3,80, serta Dira Agnes Kurniasari dari Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis dengan IPK 3,92.
Prosesi wisuda dihadiri Ketua Senat sekaligus Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., beserta jajaran senat universitas. Turut hadir Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Badan Pembina Harian Unimus, perwakilan alumni, mitra perbankan, serta perwakilan sekolah asal wisudawan terbaik.
Dalam sambutannya, Rektor Unimus menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas capaian yang telah diraih. Ia menegaskan para lulusan siap terjun ke tengah masyarakat untuk mengabdikan diri kepada kemanusiaan, bangsa, dan negara.
“Lulusan Unimus saat ini telah banyak terserap di dunia kerja, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri seperti di Jeddah, Arab Saudi, Jepang hingga Amerika,” ujarnya.
Masrukhi juga berpesan agar para lulusan senantiasa membawa nilai-nilai religiusitas dalam setiap langkah karier dan pengabdian di masyarakat. Ia menambahkan, masa tunggu lulusan Unimus tergolong singkat, yakni kurang dari tiga bulan, yang menunjukkan tingginya daya saing lulusan di dunia kerja.
Selain itu, ia mengungkapkan minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di Unimus terus meningkat setiap tahun. Pada 2026, Unimus membuka 10 program studi baru, di antaranya S1 Rekayasa Keamanan Siber, S1 Kecerdasan Buatan, S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Hukum Bisnis, S2 Informatika, S2 Manajemen, Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Spesialis Keperawatan Medikal Bedah, serta Pendidikan Profesi Dietisien.
Dengan penambahan tersebut, total program studi di Unimus kini mencapai 48 prodi. Untuk tahun akademik 2026, Unimus menargetkan penerimaan sebanyak 5.000 mahasiswa baru, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Melalui Wisuda ke-48 ini, Unimus tidak hanya melepas lulusan, tetapi juga mengukuhkan generasi baru yang siap menjadi agen perubahan. Dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai keislaman, para lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Editor: Al-Afasy



