Perkuat Jejaring Global, UMS Sambut Mahasiswa Uzbekistan dengan Layanan Adaptasi Prima

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi pendidikan global. Melalui Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI), UMS menggelar Welcoming Session khusus bagi mahasiswa inbound asal Uzbekistan guna memastikan proses adaptasi akademik dan sosial berjalan mulus, Jumat (6/3).
Direktur DRKUI UMS, Nurgiyatna, Ph.D., menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa internasional adalah katalisator internasionalisasi kampus yang memperkaya ekosistem belajar. UMS tidak hanya memberikan orientasi administrasi, tetapi juga menyertakan mahasiswa lokal sebagai buddy (pendamping).
“Kami berkomitmen menciptakan lingkungan inklusif. Mahasiswa lokal yang ditugaskan sebagai buddy akan memberikan pendampingan intensif, terutama pada minggu-minggu pertama, agar mahasiswa Uzbekistan segera merasa at home di Solo,” ujar Nurgiyatna.
Sebagai bagian dari jaminan kesejahteraan, para mahasiswa internasional difasilitasi tinggal di Pondok Pesantren Mahasiswa Internasional (Pesma) KH Mas Mansur. Asrama resmi ini menawarkan keamanan 24 jam dengan sistem koordinasi yang siaga.
Selain fasilitas hunian, Pesma juga menyediakan layanan pendukung seperti:
- Layanan Konsumsi: Opsional sebesar Rp350.000/bulan (Senin–Jumat).
- Layanan Laundry: Rp5.000/kg dengan ketentuan khusus.
- Koordinasi Intensif: Melalui Duty Residential Coordinator dan grup komunikasi resmi.
Pihak asrama menerapkan aturan disiplin yang ketat—terkait jam gerbang, etika berpakaian, dan penggunaan alat elektronik—untuk menjamin ketertiban dan kenyamanan kolektif seluruh penghuni.
Mahasiswa inbound Uzbekistan dijadwalkan mulai mengikuti perkuliahan resmi pada 23 Februari 2026. Kepala Subdivisi Pengembangan Kemitraan Akademik, Hepy Adityarini, Ph.D., menegaskan bahwa seluruh mahasiswa telah dipastikan terdaftar pada mata kuliah pilihan masing-masing.
“Kami menyiapkan langkah strategis agar transisi mereka dari Uzbekistan ke sistem akademik UMS berjalan lancar. DRKUI akan melakukan pemantauan berkala selama bulan pertama dan menyediakan sesi umpan balik guna menampung masukan dari mereka,” tutur Hepy.
Dengan layanan pendampingan yang komprehensif, UMS berharap mahasiswa Uzbekistan tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga membawa pulang pengalaman budaya yang berkesan dari Indonesia.
Kontributor: Yusuf | Humas
Editor: Al-Afasy



