Berita

Ketua PDM Jepara: Puasa Itu Ibarat Rem, Menjaga Nafsu Agar Tak Melaju Tanpa Kendali

PWMJATENG.COM, JEPARA – Fajar Ramadan 1447 H menghadirkan suasana syahdu di Masjid Al-Istiqomah, Ahad (1/3). Usai salat Subuh berjamaah, jamaah tetap bertahan di saf masing-masing untuk menyimak tausiyah dari Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jepara, H. Fachrurrozi.

Dalam kultumnya, Fachrurrozi mengajak jamaah menjadikan pagi Ramadan sebagai titik tolak untuk memperbanyak istighfar dan menyemai taubat nasuha. Ia menegaskan bahwa Ramadan adalah Syahru Mubarak, bulan di mana setiap amal tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga kualitas manfaatnya.

Mengulas sisi linguistik, Fachrurrozi menjelaskan bahwa puasa secara bahasa berarti Al-Imsak atau menahan diri. Ia menganalogikan konsep ini dengan komponen penting pada kendaraan.

“Puasa melatih kita memiliki kendali diri. Ibarat rem pada kendaraan, puasa menjaga agar kita tidak melaju tanpa kendali. Nafsu adalah fitrah, namun tanpa rem puasa, ia bisa menyeret manusia pada keburukan lisan, pandangan, dan perbuatan,” terangnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan jamaah mengenai fase-fase Ramadan, khususnya fase Maghfirah (pengampunan). Ia mengetuk pintu batin jamaah dengan mengingatkan bahwa Rasulullah SAW yang ma’shum (terjaga dari dosa) saja beristighfar lebih dari tujuh puluh kali sehari.

Fachrurrozi menekankan bahwa taubat yang sungguh-sungguh harus dilandasi oleh tiga pilar utama:

  1. Meninggalkan dosa secara total.
  2. Menyesali perbuatan yang telah lalu.
  3. Bertekad kuat untuk tidak mengulanginya di masa depan.

“Ramadan ini, mari kita persembahkan ‘kado’ terbaik kepada Allah berupa perubahan sikap dan komitmen nyata, bukan sekadar ucapan di lisan,” pesannya.

Ketua Takmir Masjid Al-Istiqomah, Eko Sudarmadji, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua PDM Jepara. Ia berharap rangkaian kuliah Subuh ini mampu terus menghidupkan suasana masjid dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama, memohon agar Ramadan tahun ini benar-benar menjadi sarana penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) dan peningkatan derajat ketakwaan di hadapan Allah SWT.

Kontributor: Muslim | Humas
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/