Berita

Abad Kedua Muhammadiyah: Hammam Sanadi Ajak Kader HW Hidupkan Tafsir Transformatif

PWMJATENG.COM, MAGELANG – Memasuki abad kedua perjalanannya, Muhammadiyah mempertegas komitmen sebagai gerakan yang menebar rahmat bagi semesta (rahmatan lil ‘alamin). Hal ini ditegaskan oleh Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PWM Jawa Tengah, Hammam Sanadi, dalam forum Ideopolitor Kwarwil Hizbul Wathan (HW) Jawa Tengah di Universitas Muhammadiyah Magelang, Sabtu (28/2).

Hammam menekankan bahwa di tengah kompetisi global yang kian cepat, kader Muhammadiyah—khususnya pandu Hizbul Wathan—wajib memiliki kapasitas intelektual dan spiritual yang mumpuni agar tetap relevan.

Dalam tausiyah ideologinya, Hammam mengajak para kader untuk meneladani metode refleksi diri sang pendiri, KH Ahmad Dahlan. Ia menceritakan bagaimana Ahmad Dahlan selalu bertanya pada dirinya sendiri setiap kali selesai membaca sebuah ayat Al-Qur’an.

“Beliau bertanya: apakah perintah ini sudah saya laksanakan? Apakah larangan ini sudah saya tinggalkan? Beliau tidak berhenti pada tataran hafalan, melainkan membawa ajaran langit ke dalam praksis sosial yang nyata,” jelas Hammam di hadapan 170 peserta.

Salah satu bukti nyata dari pola pikir tersebut adalah lahirnya Tafsir Transformatif terhadap Surah Al-Ma’un. Ahmad Dahlan tidak sekadar membaca surah tersebut berulang kali, tetapi mewujudkannya dengan mendirikan amal usaha untuk membantu fakir miskin dan anak yatim.

Semangat inilah yang kini telah membawa Muhammadiyah berkembang hingga menjangkau 27 negara. Menurut Hammam, spirit Al-Ma’un harus tetap hidup dan tidak boleh terjebak dalam rutinitas organisasi yang administratif semata.

Memasuki abad kedua, Hammam mengingatkan bahwa inovasi negara maju berkembang sangat pesat. Muhammadiyah bertanggung jawab menyiapkan kader yang tidak hanya kuat secara ideologi, tetapi juga kompeten secara profesional.

“Abad kedua bukan momentum seremonial, melainkan titik konsolidasi sumber daya insani. Kader HW harus menjadi pribadi unggul yang siap bersaing secara global dengan fondasi nilai yang kokoh,” tambahnya.

Melalui forum Ideopolitor ini, seluruh elemen kepanduan Hizbul Wathan Jawa Tengah diharapkan mampu menerjemahkan pesan reflektif Ahmad Dahlan ke dalam karya nyata di daerah masing-masing, memastikan Muhammadiyah tetap menjadi solusi bagi persoalan umat dan bangsa.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/