Menembus Gerimis Subuh: Jamaah Dusun Bolang Padati Kajian Sunah Puasa

PWMJATENG.COM, KRANGGAN – Suasana dingin disertai hujan gerimis tidak menghalangi langkah warga Dusun Bolang, Desa Klepu, untuk melangkah ke Masjid Baiturrahman. Pada Kamis (26/2), selimut udara lembap justru menjadi saksi bisu antusiasme jamaah dalam mengikuti Kajian Ramadan yang digelar oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bolang.
Kegiatan yang berlangsung pukul 05.00–06.00 WIB ini menghadirkan penceramah Ustadz Ahmad Fajar Khusnul Arifin, S.Pd.I., yang membedah urgensi menghidupkan sunah sebagai penyempurna ibadah wajib.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad Fajar menekankan bahwa puasa sejati melampaui sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia menyebut Ramadan sebagai “Madrasah Takwa” yang menuntut perubahan perilaku.
“Puasa adalah momentum pembinaan diri. Selain menjaga yang wajib, kita dianjurkan mengamalkan hal-hal yang disunnahkan agar kualitas ibadah semakin sempurna,” ujarnya. Beberapa amalan kunci yang dipaparkan antara lain mengakhirkan sahur untuk keberkahan fisik, menyegerakan berbuka sebagai bentuk ketaatan, hingga memperbanyak sedekah dan tilawah.
Ustadz Ahmad Fajar juga mengingatkan agar jamaah tidak terjebak dalam rutinitas formalitas. Esensi puasa, menurutnya, terletak pada pengendalian diri dari amarah, ghibah, dan ucapan sia-sia—sunah yang sering kali terabaikan.
“Keberhasilan puasa dapat diukur dari perubahan sikap dan akhlak setelah Ramadan berakhir. Puasa seharusnya melahirkan empati kepada sesama, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan,” tambahnya.
Pihak Bidang Dakwah PRM Bolang selaku penyelenggara menyatakan rasa syukur atas kehadiran jamaah yang membludak meski cuaca kurang bersahabat. Kajian Subuh dinilai membawa ketenangan batin tersendiri bagi masyarakat pedesaan.
“Kami bersyukur, meskipun hujan gerimis dan udara dingin, jamaah tetap hadir dengan penuh semangat. Ini menunjukkan kecintaan masyarakat Bolang terhadap ilmu dan dakwah tetap membara,” pungkas pembawa acara di akhir sesi.
Editor: Al-Afasy



