Berita

Ustaz Mukharom di PCM Kandangan: PHIWM Adalah Kompas Moral Menghadapi Zaman

PWMJATENG.COM, KANDANGAN — Masjid Nurul Iman, Punduhan, menjadi saksi bisu peneguhan ideologi ratusan warga persyarikatan dalam agenda Kajian Menjelang Berbuka yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan, Jumat Pon (20/2).

Menghadirkan Ustaz Mukharom, S.Ag., kajian ini membedah tuntas Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) sebagai pola tingkah laku warga Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari.

Ustaz Mukharom mengawali materinya dengan menekankan bahwa keluarga adalah tiang utama umat. Menurut PHIWM, keluarga Muhammadiyah wajib menjadi model “Keluarga Sakinah” yang melindungi anggotanya dari pengaruh negatif media dan lingkungan. “Keluarga bukan hanya tempat tinggal, tapi ruang sosialisasi nilai Islam dan tempat utama kaderisasi bermula,” jelasnya.

Dalam ranah sosial, Ustaz Mukharom mengingatkan pesan PHIWM tentang indahnya bertetangga hingga cakupan 40 rumah. Warga Muhammadiyah diminta menjaga lisan, tidak menyelidiki aib orang lain, dan bersikap lembut kepada siapa pun.

Terkait profesi, beliau memberikan peringatan keras. “Bisnis dan kerja adalah ibadah. PHIWM mengharamkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Kader harus jujur, disiplin, dan tertib menunaikan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) dari penghasilannya,” tegas Ustaz Mukharom.

Satu poin krusial yang ditegaskan adalah status Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Seluruh aset AUM adalah milik Persyarikatan, bukan pribadi atau keluarga pengelola. Oleh karena itu, transparansi dan kesediaan untuk diaudit menjadi syarat mutlak dalam menjalankan amanah dakwah.

Menutup kajiannya, Ustaz Mukharom mengajak jamaah untuk tidak apatis terhadap politik. “Politik Muhammadiyah adalah politik amar ma’ruf nahi munkar. Kita berpolitik dengan etika Islam untuk membangun masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” tambahnya.

Kajian yang juga disiarkan melalui media sosial Muhammadiyah Kandangan dan Suara Pemuda ini diakhiri dengan doa bersama serta pembagian takjil. Acara ini berhasil menyatukan dimensi spiritualitas puasa dengan penguatan ideologi organisasi yang kokoh.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777