Singkirkan Ribuan Pendaftar, Dua Kader IPM Jateng Lolos DPRemaja 4.0 Nasional

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh kader Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Tengah. Abi Umaroh (Ketua Bidang Organisasi) dan Syifa Yustiana (Sekretaris Umum) resmi terpilih sebagai peserta Dewan Perwakilan Remaja (DPRemaja) 4.0 yang diselenggarakan oleh Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC).
Program nasional ini berfokus pada penguatan kapasitas advokasi kebijakan terkait implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) serta pengawalan PP Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan. Menariknya, Abi dan Syifa terpilih di antara 11 orang muda terbaik dari 1.463 pendaftar di seluruh Indonesia.
Sebagai perwakilan Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah yang meliputi wilayah Semarang dan Solo Raya, Abi dan Syifa telah menuntaskan Bimbingan Teknis (BIMTEK) intensif di Jakarta pada 9–13 Februari 2026.
“Keterlibatan kami adalah komitmen pelajar Muhammadiyah dalam mengawal kebijakan kesehatan. Kami akan fokus pada advokasi implementasi KTR serta bahaya produk tembakau bagi remaja. Pencegahan harus dimulai dari literasi kebijakan yang komprehensif,” tegas Abi Umaroh.
Memasuki tahap lanjutan, keduanya akan menjalani masa reses mulai Februari hingga Mei 2026. Dalam periode ini, Abi dan Syifa akan turun ke lapangan di Kota Semarang dan Solo Raya untuk:
- Melakukan penelitian pengendalian produk tembakau.
- Memetakan aktor dan implementasi kebijakan KTR.
- Membangun komunikasi strategis dengan pemangku kepentingan daerah.
Hasil temuan lapangan tersebut akan didiseminasikan pada Juni 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Forum ini menjadi ruang strategis bagi IPM Jawa Tengah untuk menyuarakan data berbasis bukti kepada pengambil kebijakan di tingkat nasional.
Syifa Yustiana menambahkan bahwa pengendalian tembakau tidak bisa dilakukan secara parsial. “Perlu kolaborasi sinergis antara birokrasi, lembaga kesehatan, institusi pendidikan, dan organisasi kepemudaan. Pendekatan ini penting agar kebijakan perlindungan kesehatan pelajar tidak berhenti di atas kertas,” ungkapnya.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa kader IPM Jawa Tengah kini hadir sebagai subjek aktif dalam ruang advokasi kebijakan publik nasional, membawa pesan dakwah pencerahan melalui isu perlindungan generasi muda.
Editor: Al-Afasy



