Gandeng Gekrafs & DPR RI, UMP Siap Jadikan Purwokerto Pusat “Creative Hub” Jawa Tengah

PWMJATENG.COM, PURWOKERTO — Pusat Studi Kebijakan Publik dan Kepemimpinan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar diskusi strategis bertajuk “Creative Hub, UMKM dan Digitalisasi: Pilar Ekosistem Ekonomi Kreatif Modern”, Senin (16/2). Bertempat di Samara Cafe & Eatery, kegiatan ini mempertemukan kalangan akademisi, pemangku kebijakan, dan praktisi industri untuk merumuskan masa depan ekonomi kreatif di Jawa Tengah bagian barat.
Diskusi ini menghadirkan tokoh-tokoh berpengaruh, di antaranya Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso, Ketua Umum Gekrafs sekaligus Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian, serta Pemimpin Redaksi kuatbaca.com Jajang Y. Habib.
Dalam paparannya, Kawendra Lukistian memberikan apresiasi tinggi atas keterbukaan UMP terhadap UMKM. Menurutnya, langkah UMP menjadikan lingkungan kampus sebagai ruang praktik kewirausahaan adalah praktik baik yang masih langka di Indonesia.
“Perguruan tinggi jangan berhenti pada fungsi akademik. Kampus harus menjadi laboratorium kebermanfaatan sosial-ekonomi. Saya mendorong agar tugas akhir mahasiswa, termasuk skripsi, diintegrasikan dengan pengembangan startup atau UMKM kreatif,” tegas Kawendra.
Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, menyambut baik visi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa UMP tengah menyiapkan langkah strategis untuk menjadikan Banyumas sebagai pusat kajian ekonomi kebangsaan, terinspirasi dari tokoh nasional asal Banyumas, Margono Djojohadikusumo.
“Gagasan mengintegrasikan pendidikan dengan kewirausahaan sangat relevan. Mahasiswa UMP tidak hanya disiapkan untuk mencari kerja, tetapi siap membuka lapangan kerja. Potensinya sangat luas, mulai dari industri film pendek, produk riset, hingga karya digital,” ujar Prof. Jebul.
Ia juga mengumumkan rencana UMP untuk membangun proyek percontohan (pilot project) pengembangan ekonomi kreatif berbasis kampus dengan pendampingan langsung dari Gekrafs dan jejaring mitra industri.
Ketua Pusat Studi Kebijakan Publik UMP, Irfan Fakthurohman, M.Pd., berharap diskusi ini menjadi pemantik lahirnya ide-ide segar yang berpihak pada kemajuan daerah. Dengan kolaborasi yang solid antara akademisi dan praktisi, Purwokerto optimis mampu bertransformasi menjadi creative hub yang inklusif dan berkelanjutan bagi pelaku industri kreatif di masa depan.
Kontributor: Chy | Humas
Editor: Al-Afasy


