Mantapkan KHGT, PDM Magelang Luncurkan Buku Tuntunan Ramadan 1447 H

PWMJATENG.COM, MAGELANG — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang bergerak cepat memantapkan pemahaman warga persyarikatan menjelang Ramadan 1447 H. Bertempat di Gedung Serba Guna Komplek Muhammadiyah Borobudur, Ahad (15/2), PDM meluncurkan Buku Tuntunan Ibadah Ramadan sekaligus mensosialisasikan penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Kegiatan ini menjadi sangat strategis karena mempertemukan seluruh elemen pimpinan, mulai dari Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Daerah, unsur pembantu pimpinan, hingga Pimpinan Cabang (PCM) dan Ranting (PRM) se-Kabupaten Magelang.
Ketua MTT Kabupaten Magelang, Dr. Sahrul, menekankan bahwa tantangan utama saat ini adalah memasifkan putusan Tarjih hingga ke akar rumput. Fokus utama tahun ini adalah implementasi KHGT sebagai wujud pembaruan sistem kalender Islam.
“Implementasi KHGT bukan sekadar teknis penanggalan, tetapi bagian dari ijtihad kolektif Muhammadiyah yang harus dipahami secara ilmiah dan diyakini oleh seluruh pimpinan. Kita ingin melahirkan kesatuan langkah yang solid,” tegas Dr. Sahrul.
Guna menyeragamkan praktik ibadah, PDM meluncurkan Buku Tuntunan Ibadah Ramadan yang disusun berdasarkan Himpunan Putusan Tarjih (HPT). Buku ini diharapkan menjadi pegangan wajib bagi warga Muhammadiyah agar menjalankan ibadah secara benar, terarah, dan sesuai manhaj.
Ketua PDM Kabupaten Magelang, Drs. H. Muhammad Nasirudin, MA, menyatakan bahwa momentum ini juga menandai dimulainya Pengajian Pimpinan berkala. Pengajian ini nantinya akan fokus mengkaji materi HPT secara mendalam dengan menghadirkan pakar dari Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM).
“Mari kita songsong Ramadan dengan hati yang gembira. Jadikan kehadiran kita membawa kebahagiaan bagi sesama, dan hidupkan Ramadan secara kolektif sesuai tuntunan resmi persyarikatan,” pesan Nasirudin.
Melalui langkah ini, PDM Kabupaten Magelang berkomitmen menciptakan suasana Ramadan yang mencerahkan, berlandaskan ilmu pengetahuan, dan diperkuat dengan ukhuwah organisasi yang kokoh.
Editor: Al-Afasy



