Milad ke-56 SD Muhammadiyah Kutoarjo: Fokus Perkuat Sinergi Orang Tua di Era Digital

PWMJATENG.COM, KUTOARJO — Ada yang berbeda dari peringatan Milad ke-56 SD Muhammadiyah Kutoarjo tahun ini. Jika biasanya milad identik dengan panggung hiburan di alun-alun, kali ini sekolah memilih merayakannya dengan cara yang lebih bermakna melalui Tabligh Akbar dan Parenting di kompleks sekolah, Senin (16/2).
Mengangkat tema “Tantangan Orang Tua dalam Mendampingi Belajar Anak Era Digital”, kegiatan ini dihadiri oleh 571 wali murid. Kepala SD Muhammadiyah Kutoarjo, Suprayitno, menegaskan bahwa perubahan kemasan acara ini bertujuan agar milad menjadi momentum penguatan visi pendidikan antara sekolah dan rumah.
Membangun Kedekatan Emosional Menghadirkan pakar parenting Fuzna Marzuqoh, S.H., M.M., para wali murid diajak untuk merefleksikan peran mereka sebagai pendidik pertama. Fuzna menekankan bahwa di tengah gempuran teknologi, kedekatan emosional adalah “kunci” agar anak tetap terjaga karakter dan semangat belajarnya.
Dukungan penuh datang dari PDM Purworejo dan PCM Kutoarjo. Wakil Ketua PDM Purworejo, H. Amad Darusman, menilai sinergi nilai antara rumah dan sekolah sangat krusial. “Jangan sampai ada ketidaksambungan pembiasaan karakter antara di sekolah dan di rumah,” pesannya.
Wujud Nyata Filantropi dan Kepercayaan Publik Peringatan milad ini juga kental dengan nuansa sosial. Melalui Kantor Layanan Lazismu sekolah, dilakukan penyaluran bantuan untuk korban bencana nasional serta penyerahan Beasiswa Mentari bagi siswa yatim dan kurang mampu.
Keberhasilan SD Muhammadiyah Kutoarjo dalam mengelola pendidikan pun mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat. Hal ini terbukti dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 yang telah memenuhi kuota empat kelas dan resmi ditutup sejak Januari lalu.
“Ini adalah bukti kepercayaan masyarakat yang luar biasa. Kami berkomitmen untuk terus maju bersama mencerdaskan anak bangsa,” tegas Suprayitno. Sebagai langkah pengembangan ke depan, sekolah juga membuka program wakaf tunai untuk perluasan fasilitas olahraga dan ibadah, serta terus menggalakkan program “Koin Surga” sebagai sarana edukasi sedekah bagi siswa.
Editor: Al-Afasy



