Kolom

KKN UCY Kelompok 13: Menyalakan Api Kesadaran Pola Asuh di Dusun Ngampon

Oleh: Nashrul Mu’minin

Langit Dusun Ngampon terasa berbeda ketika mahasiswa KKN UCY Kelompok 13 mengambil langkah berani: menghadirkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak untuk berdialog langsung dengan warga. Bukan sekadar formalitas program kerja, agenda ini adalah ikhtiar kolektif menjawab kegelisahan nyata atas meningkatnya tantangan pola asuh di era digital.

Sosialisasi yang menghadirkan narasumber dari DP3APPKB Bantul ini membuka mata warga bahwa remaja (usia 10–18 tahun) berada dalam fase biologis dan emosional yang rentan. Tanpa bimbingan tepat, pencarian jati diri mereka mudah terjerumus pada perilaku menyimpang.

Data BPS DIY tahun 2024 menjadi alarm keras; di wilayah Bantul, rata-rata setiap tiga jam terjadi satu tindak kejahatan. Fakta ini menegaskan bahwa kenakalan remaja—mulai dari tawuran, miras, hingga cyberbullying—adalah realitas yang mengintai jika lingkungan sosial tidak hadir secara utuh.

Salah satu poin krusial dalam diskusi adalah pemahaman mengenai pola asuh. Mahasiswa dan narasumber membedah empat tipe pola asuh:

  • Otoriter: Menekankan kepatuhan karena rasa takut.
  • Permisif: Terlalu membebaskan tanpa batasan.
  • Abai: Anak tumbuh tanpa bimbingan dan perhatian.
  • Demokratis: Mengedepankan komunikasi dua arah dan penghargaan terhadap pendapat anak.

Pola asuh demokratis dinilai paling ideal di era digital. Literasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi orang tua agar tetap bisa mendampingi anak di dunia maya tanpa harus bersikap gagap atau represif.

KKN UCY Kelompok 13 sukses menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Tidak hanya teori, warga dibekali informasi layanan pengaduan seperti UPTD PPA Bantul dan PUSPAGA Projotamansari. Langkah ini vital, mengingat banyak kasus kekerasan tersendat karena warga tidak tahu harus melapor ke mana.

Kehadiran mahasiswa KKN di Dusun Ngampon menjadi simbol bahwa menyelamatkan satu remaja hari ini adalah investasi untuk menyelamatkan satu generasi esok hari. Melalui kolaborasi ini, Dusun Ngampon belajar untuk lebih hadir, peduli, dan siap menjaga masa depan.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/