Berita

Melejit di 2025: Empat BTM Jawa Tengah Serentak Gelar RAT, Perkuat Ekosistem Ketahanan Pangan dan Program MBG

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Sebagai bentuk kepatuhan terhadap prinsip tata kelola koperasi yang transparan dan akuntabel, empat Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) di Jawa Tengah—yakni BTM Pekalongan, Temanggung, Brebes, dan Magelang—secara serentak menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada Sabtu (14/2/2026).

Helatan akbar ini menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus proyeksi bisnis tahun 2026. Data menunjukkan tren pertumbuhan yang positif di berbagai sektor, mulai dari aset hingga kontribusi nyata pada program strategis pemerintah.

Ketua Pengurus BTM Pekalongan, Drs. H. Achmad Su’ud, M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa pengelolaan BTM kini semakin kokoh di bawah koordinasi Lembaga Pengembang UMKM (LP-UMKM) PP Muhammadiyah sesuai SK Nomor 206/KEP/I.0/B/2025.

Performa bisnis BTM Pekalongan tercatat melesat tajam. Sejak awal merger tahun 2016 yang memiliki aset sebesar Rp172,3 miliar, pada akhir 2025 angka tersebut melonjak hingga Rp393,9 miliar.

  • Modal: Meningkat dari Rp11,8 miliar (2016) menjadi Rp26,1 miliar (2025).
  • Dana Simpanan: Tumbuh dari Rp145,3 miliar (2016) menjadi Rp361,3 miliar (2025).
  • Pembiayaan: Tersalurkan sebesar Rp176,2 miliar hingga akhir 2025.

Berbeda dengan Pekalongan, BTM Temanggung fokus memaksimalkan potensi geografis melalui portofolio pembiayaan pertanian yang mencapai 40%. Manajer BTM Temanggung, Kiki Rahardini, mengungkapkan bahwa total aset tahun 2025 mencapai Rp42,5 miliar, atau naik 17,69% secara Year-on-Year (YoY).

  • Dana Pihak Ketiga (DPK): Rp37,3 miliar.
  • SHU sebelum pajak: Rp1,291 miliar. “Meski tantangan ekonomi berat, kami tetap prudent (hati-hati) dan optimis kinerja 2026 akan lebih baik dengan tata kelola manajemen yang tertib,” ujar Kiki.

Inovasi pembiayaan juga ditunjukkan BTM Brebes melalui keterlibatan dalam pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG).

Manajer BTM Brebes, M. Rizqi Wahid Ibnu Hamam, menjelaskan bahwa skema ini dilakukan melalui sindikasi pembiayaan dengan Pusat BTM Jawa Tengah sebagai pengendali likuiditas. Sektor pembiayaan di Brebes masih didominasi perdagangan (25%) dan pertanian (19%).

Sementara itu, BTM Amman Magelang melaporkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan sebesar 13,92%, yakni mencapai Rp4,9 miliar di akhir 2025.

  • Simpanan: Tumbuh 7% menjadi Rp47 miliar.
  • Outstanding Pembiayaan: Naik 17% menjadi Rp43,8 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Penyelenggaraan RAT serentak ini membuktikan bahwa BTM di Jawa Tengah telah menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang sangat adaptif. Dengan memperkuat ekosistem ketahanan pangan dan mendukung program gizi nasional, BTM siap memberikan manfaat dan hasil usaha (SHU) yang lebih maksimal bagi seluruh anggotanya di tahun 2026.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/