Gandeng Diskominfo, Aisyiyah Boyolali Siapkan Mubalighat ‘Melek’ Digital

PWMJATENG.COM, BOYOLALI – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Boyolali mengambil langkah berani dalam menjawab tantangan zaman. Menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boyolali, PDA menyelenggarakan bimbingan teknis “Digitalisasi Dakwah Aisyiyah” di SMA Muhammadiyah 1 Simo, Ahad (8/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 110 peserta yang mewakili 17 Cabang Aisyiyah se-Kabupaten Boyolali, terdiri dari unsur Mubalighat, Majelis Hukum HAM, serta Lembaga Pengembangan dan Penelitian Aisyiyah (LPPA).
Sinergi ini diperkuat dengan kehadiran Wulan Rahayuning Nastiti Natarini, S.Psi., M.M. dari Diskominfo Boyolali. Melalui program Go To Community bertema “CERDAS (Ciptakan Era Digital Aman dan Santun)”, para kader dibekali etika bermedia sosial agar mampu menangkal hoaks sekaligus menyebarkan nilai-nilai Islam yang menyejukkan.
Ketua PDA Boyolali, Sri Hidayati, menegaskan bahwa mubalighat harus hadir sebagai penyeimbang di dunia maya.
“Mubalighat Aisyiyah harus mampu hadir dan berdakwah secara cerdas melalui Instagram, TikTok, dan Facebook dengan membawa nilai-nilai Islam berkemajuan,” tegasnya.
Tak hanya teknis digital, narasumber dari PWA Jawa Tengah, Dra. Hj. Ngamilah, M.Si., membedah strategi dakwah mubalighat agar tetap relevan dengan selera audiens digital. Sebagai pelengkap yang krusial, Nafi’ah, M.Pd.I (Ketua Majelis Hukum HAM PDA Boyolali) mensosialisasikan Fiqih Disabilitas. Hal ini bertujuan agar dakwah Aisyiyah di ruang digital bersifat inklusif, ramah, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Melalui kegiatan ini, Aisyiyah Boyolali membuktikan diri sebagai organisasi yang tidak hanya menjaga tradisi ilmu, tetapi juga proaktif dalam penguasaan teknologi demi meluaskan syiar Islam di era siber.
Editor: Al-Afasy



