Berita

PC IMM Banyumas Gelar Sekolah Dialektika Gender Nasional

PWMJATENG.COM, Banyumas – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Banyumas bersama Korps Immawati Banyumas (Percik Merah) menggelar Sekolah Dialektika Gender Nasional di SMP Universitas Muhammadiyah Purwokerto (SMP UMP), Banyumas, Jumat–Ahad (26–28/12/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh kader dan pimpinan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dari berbagai daerah di Indonesia. Partisipasi lintas wilayah tersebut mencerminkan komitmen kolektif IMM dalam merespons isu keadilan gender secara kritis dan bertanggung jawab, dengan berlandaskan nilai Islam Berkemajuan.

Sekolah Dialektika Gender Nasional secara resmi dibuka oleh Bupati Banyumas yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Eko Heru. Ia mengapresiasi inisiatif PC IMM Banyumas dan Korps Immawati Percik Merah yang dinilai mampu menghadirkan ruang edukasi kader yang relevan dengan tantangan sosial dan kebangsaan.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud peran strategis generasi muda dalam membangun kesadaran publik, memperkuat nilai keadilan gender, serta mendorong terciptanya ruang sosial yang inklusif dan berkeadaban. Acara pembukaan turut dihadiri unsur Forkopimda Banyumas.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan stadium general yang menghadirkan narasumber nasional, Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag., M.Si., M.A., Ph.D., dari Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah sekaligus Komisioner Komnas Perempuan. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa budaya kesetaraan dan inklusi gender berperan penting dalam menurunkan angka kekerasan.

“Penguatan kepemimpinan yang adil, demokratis, dan tanpa diskriminasi menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia yang inklusif,” ujar Prof. Alimatul.

Ketua Panitia, Rahma Aziza, menjelaskan bahwa Sekolah Dialektika Gender Nasional dirancang sebagai ruang kaderisasi ideologis dan intelektual bagi kader IMM. Kegiatan ini diikuti 20 peserta internal dan eksternal yang diseleksi secara khusus.

“Ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi ruang pembelajaran kritis agar kader IMM mampu membaca persoalan gender secara adil, proporsional, dan berkeadaban sesuai nilai Islam Berkemajuan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PC IMM Banyumas, Annisa Nukhoni, menyampaikan bahwa kegiatan ini selaras dengan tema “Menciptakan Ruang Inklusif untuk Keadilan Gender: Demi Terwujudnya Ruang Sosial yang Berkeadaban.”

Tema tersebut dimaknai sebagai upaya kolektif IMM dalam membangun ruang sosial yang tidak menormalisasi ketimpangan, kekerasan, maupun diskriminasi berbasis gender, serta mendorong lahirnya relasi sosial yang adil dan setara.

Melalui Sekolah Dialektika Gender Nasional ini, PC IMM Banyumas berharap lahir kader IMM yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga kepekaan sosial dan komitmen ideologis dalam menghadirkan praktik keadilan gender sebagai bagian dari dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE