GURU PERSYARIKATAN TETEP TERSENYUM DALAM PENGABDIAN

0
813
Ilustrasi

Oleh : Anwar Albanjari
Guru MTs Muhammadiyah Merden.
—————————————-

Sebuah bangsa yang maju peradabannya tak lepas dari bukti keberhasilan proses pendidikan yang telah dilaksanakan oleh negara tersebut, proses pendidikan yang bagus di pengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang tinggi dengan dibuktikan pengelolaan manajemen sangat profesional. Guru sebagai aktor tunggal dalam pendidikan memiliki kekuatan yang sangat besar dalam melaksanakan proses agar kelak melahirkan murid murid yang hebat baik dalam ahlak, ilmu dan amal sehingga menjadi unsur tauladan di masyarakat.

Guru itu merupakan pekerjaan yang sangat mulia, sering mendengar dijuluki pahlawan tanpa tanda jasa, memiliki tugas mengemban tanggungjawab terhadap bangsa dalam upaya menghasilkan generasi masa depan yang memiliki keberanian mengubah keadaan menjadi lebih baik, mandiri terutama dalam pengelolaan potensi sumber daya alam yang saat ini masih banyak dikelola oleh perusahaan asing. Fenomena inilah yang harus dilakukan oleh guru untuk bekerja keras dalambupaya melakukan perubahan, akan tetapi kenyataan saat ini sangat sedikit guru yang memiliki karakter, konsisten, loyalitas serta akuntabilitas tinggi terhadap permasalahan diatas. Bahkan hasil pengamatan pemerintah berkaitan dengan tunjangan profesi tidak ada pengaruh yang signifikan dengan meningkatnya mutu atau kualitas pendidikan bangsa ini. Hal inilah yang menjadikan tindakan pemerintah yang sangat konservatif dalam upaya melakukan penertiban guru dalam kedisiplinan, mempertanggungjawab kinerja yakni melakukan pengawasan melalui absensi, meskipun menjadi celah manusia melakukan rekayasa sebagai solusi terbaik.

Saya sebagai guru yang masa kecilnya di desa dan pegunungan senantiasa di berikan pendidikan kesederhanaan, kemuliaan sebagai mahluk tuhan senatiasa menjaga kebersamaan, bersikap jujur, toleransi, menjadi bekal kami menjalankan kehidupan saat ini, bagaimana akan melahirkan murid-murid yang jujur kalau gurunya pandai merekayasa, bagaimana dapat menghasilkan murid-murid yang pintar dan mandiri kalau gurunya aja tidak mau belajar dan membuka diri senantiasa terus belajar, bagaimana mungkin bisa menghasilkan murid-murid yang tekun dan semangat belajar yang tinggi kalau gurunya aja tidak memiliki etos kerja tinggi, memberikan unsur keteladanan serta dapat menginspirasi karena kehebatannya.

Selama ini saya bersyukur di pertemukan dengan seorang profesor yang sangat piawai memberikan motivasi agar terus semangat melakukan pengabdian di bidang pendidikan, sore ini saya bercerita banyak berkaitan dengan ketergantungan kami terhadap tunjangan profesi guru untuk memenuhi kebutuhan hidup yang dipermasalahkan karena absensi tidak masuk karena sakit, namun coba kawan apa jawaban beliau dengan nada khas santai.. Kang Anwar coba kamu cermati tukang penjual mendoan di sempor tidak pernah mendapat tunjangan dari pemerintah sampai sekarang bisa melsnjutkan hidup… Woww saya kaget diem sebentar dan awalnya kesel tapi akhirnya menyadari betapa hebat dan luar biasa kita jika ini bisa mewujudkan yakni guru yang memiliki kemandirian, memiliki manajemen baik, bersikap adil dan jujur terhadap diri sendiri dan orang lain, sehingga menjadi guru yang independen, menginspirasi orang lain.

Beberapa waktu yang lalu kami mengikuti kegiatan peningkatan mutu guru yakni pendidikan karakter, literasi, diklat karir guru, informasi mengenai KESHARLINDUNG dan lainnya agar bisa meningkatkan kinerja. Dalam hal ini kami selaku guru merasa terpasung oleh kebijakan yang sangat membatasi kami dalam upaya memajukan pendidikan utamanya mencari koneksi sebanyak banyaknya atau membangun jaringan yang luas guna meningkatkan profesi dan bersinergi menghasilkan sekolah atau madrasah bermutu.

Saya yakin bahwa tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, semoga segera menemukan formula baru untuk diperjuangkan menjadi solusi yang bijak sehingga kami sebagai guru di persyarikatan merasa tenang, terlindungi, tetep tersenyum ceria, yang pada akhirnya senantiasa dapat selalu membahagiakan murid-muridnya, nah kalau murid-murid saat pulang dengan gembira maka keesokan hari datang dengan tersenyum bahagia karena tidak banyak di bebani, di marahi serta banyak menerima hukuman.

Selamat menjalankan tugas dengan sabar dan ikhlas..senantiasa memberikan pencerahan serta menjadi guru yang di rindukan kehadirannya oleh murid-muridnya. Amiin..
Semangat tanpa batas.

Merden, 10 oktober 2017.

TINGGALKAN KOMENTAR