Dien Syamsudin : NU dan Muhammadiyah Harus Bersatu agar Ummat Islam Tidak Keropos

0
762
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Milad Muhammadiyah ke-104, PD Muhammadiyah Kota Semarang bekerjsama dengan Pemkot Semarang, menggelar acara Tabligh Akbar bersama Prof Dr H Dien Syamsudin MA (Ketua MUI), Sabtu (19/11/2016) pukul 19.30 di Balaikota Semarang.

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Milad Muhammadiyah ke-104, PD Muhammadiyah Kota Semarang bekerjasama dengan Pemkot Semarang, menggelar acara Tabligh Akbar bersama  Prof Dr H Dien Syamsudin MA (Ketua MUI), Sabtu (19/11/2016) pukul 19.30 di Balaikota Semarang.

Adapun tema dalam peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ini yakni meneladani kemuliaan akhlaq Rasul: Mempererat Persatuan dan Kesatuan, Menuju Semarang yang Hebat, Kondusif, Makmur dan Semakin Sejahtera.

Hadir dalam acara ini, Ketua PW Muhammadiyah Jateng H Tafsir, Ketua PD Muhammadiyah Kota Semarang H Fachrurrozi, Ketua MUI Jateng Ahmad Darori. Pimpinan NU, serta perwakilan dandim.

1911-dien

“Semarang ada perubahan, lebih maju, lebih asri lebih indah dan menjadi lebih baik hal ini ditunjukkan dengan banyak nya pembangunan,” demikian Dien Syamsudin mengawali ceramahnya.

Dien Syamsudin mengajak kepada seluruh jamaah yang hadir untuk tetap menjaga kebinekaan.

Pak Din, demikian Dien Syamsudin biasa disapa di kalangan Muhammadiyah, bangga karena acara malam ini sebagai ajang silaturahim antara berbagai elemen masyarakat yaitu Nu dan Muhammdiyah.

“Jika NU dan Muhammdiyah bersatu, maka seperdua dari permasalahan di Indonesia mampu teratasi,” tegasnya.

Untuk apa kita memperingati maulid nabi? Tanya Pak Dien. “Jawabannya adalah untuk mencontoh suri tauladan Nabi Muhammad!”

1911-dien-3

“Seluruh elemen masyarakat mari bersatu dalam wadah Al ummah al islamiyah. Mari kita renungkan, kita ini seiman maka harus melakukan langkah kongkret dalam perjuangan bangsa,” ajaknya.

Din juga menyayangkan bahwa umat Islam ini rentan diadu domba, terutama antara umat Muhammdiyah dan NU yang terlalu gampang diadu domba. “Maka kita harus mampu lebih pandai menyikapi hal tersebut, janga mau dengan mudah dipicu sesuatu hal untuk memecah belah umat Islam. Jangan menjadi kelompok mayoritas kropos yg hanya memiliki kuantitas tapi tidak memiliki kualitas,” tegas Pak Din. (Raad M Fattah)

1911-dien-4

TINGGALKAN KOMENTAR