Berita

Warisan Kartini: Kecakapan Literasi bagi Perempuan Berkemajuan

PWMJATENG.COM, Semarang – Semangat emansipasi yang diwariskan Raden Ajeng Kartini terus hidup dalam upaya membangun perempuan Indonesia yang cerdas, kritis, dan berdaya. Spirit itulah yang tercermin dalam Pelatihan Jurnalistik bertema Literasi Perempuan untuk Peradaban Berkemajuan yang diselenggarakan Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah secara daring, Ahad (26/4).

Kegiatan ini diikuti sekitar 167 peserta dari MPK daerah se-Jawa Tengah serta anggota Aisyiyah lainnya. Meski berlangsung selama hampir lima jam, antusiasme peserta begitu tinggi. Banyaknya pertanyaan yang belum sempat terjawab menunjukkan besarnya semangat belajar para perempuan Aisyiyah dalam mengasah kemampuan literasi dan jurnalistik.

Dua narasumber hadir memberikan wawasan berharga, yakni Hajar Nur Setyowati selaku Pemred Suara Aisyiyah dan Nur Ngazizah, Penulis Terbaik Suara Muhammadiyah versi online. Keduanya mengajak peserta memahami bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan fondasi penting dalam membangun peradaban yang maju.

Koordinator MPK, Lintal Muna, dalam sambutannya menegaskan bahwa perempuan berkemajuan harus rajin membaca dan menulis. Menurutnya, menulis bukan hanya sarana menuangkan gagasan, pengalaman, dan ide, tetapi juga menjadi jalan untuk meningkatkan kepercayaan diri perempuan.

Ia berharap pelatihan ini mampu melahirkan kader-kader Aisyiyah berkemajuan di tingkat daerah, cabang, hingga ranting yang mampu berdakwah melalui tulisan, ceramah, maupun aksi nyata. Peserta juga diingatkan pentingnya membaca sebelum menulis, sebagaimana wahyu pertama iqra’ yang menegaskan bahwa membaca adalah kunci pembuka ilmu pengetahuan.

Dalam pelatihan ini, dua sosok perempuan inspiratif turut disorot, yakni Kartini dan Siti Walidah. Dari Kartini, perempuan Indonesia mewarisi kekuatan literasi melalui tulisan-tulisannya yang menggugah zaman. Sementara dari Siti Walidah, lahir inspirasi perjuangan melalui aksi nyata yang mendorong perempuan tampil lebih maju di berbagai bidang.

Meski nama Kartini lebih dikenal luas karena jejak tulisannya, Siti Walidah juga memiliki peran besar dalam mendobrak batasan sosial bagi perempuan. Keduanya sama-sama menjadi pilar penting emansipasi perempuan Indonesia—mengangkat martabat, memperluas wawasan, dan meneguhkan peran perempuan sebagai agen perubahan.

Melalui kegiatan ini, Aisyiyah menegaskan bahwa kader perempuan berkemajuan adalah mereka yang siap berkontribusi bagi organisasi, masyarakat, dan peradaban melalui kecakapan literasi yang berkelanjutan. Warisan Kartini bukan sekadar dikenang, tetapi diteruskan melalui perempuan-perempuan yang terus belajar, menulis, dan bergerak maju.

 

Kontributor: Wurry Srie

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/