Siswa SD Muhammadiyah PK Banyudono Belajar Buat Karya 3D di Sentra Kerajinan Rotan Trangsan
PWMJATENG.COM, SUKOHARJO — Sebanyak 87 siswa kelas 4 SD Muhammadiyah PK Banyudono mempelajari seni tiga dimensi secara nyata lewat pembuatan karya 3D di sentra kerajinan rotan Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan Pembelajaran di Luar Kelas (PPL) ini mengusung tema “Mengenal dan Membuat Karya 3D dari Kerajinan Rotan”. Lewat program tersebut, para siswa tidak hanya mendalami teori seni tiga dimensi. Mereka juga mengenal langsung potensi ekonomi daerah yang berkembang di Desa Wisata Trangsan.
Ustazah Afifatun Masruroh, S.Pd. memimpin kegiatan luar kelas ini bersama enam pendamping sekolah. Agung, perwakilan sentra lokal, menyambut rombongan sekaligus memaparkan sejarah panjang industri kerajinan rotan Trangsan kepada seluruh siswa.
Sejarah Panjang Sentra Rotan Trangsan
Dalam pemaparannya, Agung menceritakan bahwa Demang Wangsa Laksono mengawali sejarah kerajinan rotan Trangsan sejak tahun 1927 lewat pembuatan topi rotan. Seiring berjalannya waktu, wilayah ini berkembang pesat hingga meraih predikat Desa Wisata, Desa Brilian, Desa Devisa, dan Desa Budaya.
Industri ini bahkan mencatat masa kejayaan pada periode 2008–2014. Kala itu, para pengrajin mampu mengekspor produk kerajinan rotan Trangsan hingga 150–200 kontainer per bulan ke pasar internasional.
Praktik Langsung Membuat Karya 3D
Usai menyimak sejarahnya, para siswa mengamati bahan baku, proses pengolahan, serta ragam produk tiga dimensi. Mereka kemudian mempraktikkan pembuatan karya 3D dari rotan di bawah bimbingan langsung para pengrajin lokal.
Pengalaman praktis ini membuat materi seni tiga dimensi menjadi lebih konkret dan mudah dipahami. Selain mengasah kreativitas, para siswa belajar menghargai nilai budaya dan kerja keras pengrajin di balik produk kerajinan rotan Trangsan.
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, S.Pd., S.Si., MM, menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis realitas sosial. Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat membantu anak memahami keterkaitan teori sekolah dengan dunia nyata. Program ini sekaligus memperkuat apresiasi siswa terhadap potensi ekonomi daerah.
Kontributor: Pujiono
Editor: Akmal



