Serunya PPL SD Muhammadiyah PK Banyudono, Siswa Belajar Edukasi Bencana hingga Prakarya
PWMJATENG.COM, BOYOLALI — Sebanyak 90 siswa kelas VI SD Muhammadiyah PK Banyudono mengikuti Program Pembelajaran Lapangan (PPL) penuh pengalaman pada Rabu (30/9/2026). Rangkaian PPL SD Muhammadiyah PK Banyudono ini mengusung tema “Generasi Siap Siaga, Giat Berkarya, dan Sehat Gembira” sebagai bentuk pembelajaran luar kelas yang kontekstual.
Ustadzah Iin Marlinda memimpin kegiatan outdoor ini bersama lima guru pendamping, yaitu Ustadzah Endri, Ustadzah Shela, Ustadzah Iin, Ustadzah Kamti, dan Ustadz Zuma. Para pendamping mengarahkan seluruh peserta untuk mengikuti tiga agenda utama secara tertib dan antusias.
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, S.Si., M.M., mengapresiasi penuh pelaksanaan kegiatan edukatif tersebut. Ia menegaskan bahwa pengalaman langsung di lapangan memberi wawasan praktis yang tidak siswa dapatkan di dalam ruang kelas formal.
“Kegiatan PPL seperti ini sangat penting karena anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung. Mereka belajar kesiapsiagaan bencana, keterampilan berkarya, sekaligus menjaga kesehatan,” tutur Pujiono.
Pujiono berharap pengalaman berharga ini membentuk karakter siswa menjadi generasi mandiri, tangguh, kreatif, dan bertanggung jawab. Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim guru dan mitra lokasi yang mendukung kelancaran program.
Edukasi Bencana BPBD Boyolali dan Praktik Pembuatan Karya
Siswa memulai perjalanan edukasi dengan mengunjungi Kantor BPBD Boyolali. Petugas BPBD Boyolali, Eko, bersama tim memberikan materi edukasi bencana BPBD Boyolali secara rinci dan interaktif.
Tim ahli mengenalkan potensi bencana alam sekitar, seperti gempa bumi, tanah longsor, erupsi gunung, hingga kebakaran gedung. Petugas juga menunjukkan berbagai peralatan penyelamatan serta logistik darurat penanggulangan bencana.
Setelah menyimak teori keselamatan, para siswa mempraktikkan simulasi penyelamatan diri secara langsung. Kegiatan di BPBD Boyolali kemudian berakhir dengan wahana flying fox sederhana yang melatih keberanian serta ketangkasan siswa.
Perjalanan berlanjut menuju pusat industri peralatan rumah tangga Toko Rizki Jaya di Dukuh Manggis, Dawar, Boyolali. Di lokasi kerajinan ini, para siswa belajar proses pembuatan sapu berbahan nilon langsung dari para pengrajin lokal.
Para siswa mengamati setiap tahapan produksi, lalu mencoba merangkai sapu nilon secara mandiri. Melalui prakarya ini, siswa mengasah keterampilan motorik, ketelitian, kreativitas, serta rasa menghargai proses kerja keras.
Olahraga Renang dan Penutupan Kegiatan PPL
Seusai agenda edukasi dan prakarya, rombongan PPL SD Muhammadiyah PK Banyudono menuju objek wisata Panorama Boyolali untuk berolahraga renang. Sebelum masuk ke kolam renang, seluruh peserta melaksanakan shalat Dhuhur berjamaah dan menikmati makan siang bersama.
Aktivitas renang ini menjadi sarana rekreasi yang menyegarkan sekaligus menjaga kebugaran fisik siswa. Selain itu, kegiatan olahraga bersama mempererat kebersamaan antar siswa serta melatih kemandirian di luar lingkungan sekolah.
Rangkaian PPL SD Muhammadiyah PK Banyudono membuktikan bahwa proses belajar dapat berlangsung secara menyenangkan di mana saja. Siswa tidak hanya menghafal teori pelajaran, tetapi juga mendapatkan bekal keterampilan hidup yang nyata untuk masa depan.
Kontributor: Pujiono
Editor: Akmal



