SD Muhammadiyah 1 Solo Sukses Jadi Pionir Sekolah Mandiri Berbasis AI, Ini 7 Kunci Rahasianya
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – SD Muhammadiyah 1 Solo sukses bertransformasi menjadi sekolah mandiri unggulan yang menerapkan teknologi masa depan. Sekolah dasar tertua di Kota Bengawan ini kini melangkah lebih maju lewat peluncuran model pembelajaran mendalam berbasis koding dan kecerdasan artifisial (AI).
Langkah strategis ini mengemuka dalam acara sosialisasi dan peningkatan kapasitas sekolah model di Hotel Red Chilies, Solo, Rabu (8/7/2026). Melalui program baru tersebut, sekolah berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya bertakwa, tetapi juga menguasai IPTEK dan bernalar kritis.
Ketua Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta, Mohamad Ali, mengapresiasi penuh lompatan besar lembaga pendidikan ini. Pihaknya menilai penyusunan rencana kerja yang visioner dan aplikatif menjadi motor utama penggerak kemajuan institusi.
“Selamat kepada seluruh guru dan karyawan SD Muhammadiyah 1 Kota Surakarta yang sedang melangsungkan rapat kerja,” ujar Ali. Beliau berharap momentum ini melahirkan program kerja yang mampu membawa sekolah berkembang lebih pesat.
Sukses Lepas dari Ketergantungan PNS
Ali menambahkan, SD Muhammadiyah 1 Surakarta selama satu dekade terakhir telah membuktikan keberhasilan transisi total. Lembaga ini bertransformasi dari sekolah yang awalnya bergantung pada tenaga pegawai negeri sipil (PNS) menjadi lembaga yang mandiri secara tata kelola.
Saat ini, posisi kepala sekolah maupun tenaga pendidik sepenuhnya diisi oleh kader Persyarikatan Muhammadiyah. Nyatanya, perubahan struktur tersebut justru membuat kualitas sekolah semakin melesat dan diminati masyarakat luas.
“Keberanian merancang bangun sekolah secara mandiri dan terukur merupakan pelajaran berharga untuk sekolah-sekolah lain,” tegas Ali. Kemandirian inilah yang menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman.
Tujuh Kunci Manajemen Sekolah Unggul
Pada kesempatan yang sama, Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menegaskan bahwa perubahan pola pikir (mindset) adalah hal mutlak. Menurutnya, sekolah tidak akan pernah mencapai status unggul jika para guru dan karyawan masih mempertahankan pola pikir yang kaku.
Guna mewujudkan target besar tersebut, Sayekti memaparkan tujuh kunci sukses manajemen yang wajib berjalan beriringan. Tujuh aspek itu meliputi manajemen sumber daya manusia, loyalitas, pelayanan, kurikulum, pengembangan inovasi teknologi, pemasaran, serta kekuatan doa.
“Kesuksesan lembaga itu 95 persen bersumber dari pola pikir yang tepat, sedangkan strategi hanya menyumbang 5 persen sisanya,” beber Sayekti. Beliau juga mengingatkan pentingnya loyalitas tanpa batas dari seluruh staf demi meningkatkan kesejahteraan bersama.
Kontributor: Alafasy
Editor: Dwi Jatmiko



