Berita

Sampo Antiketombe Bahan Alami Buatan Tim UMS Raih Medali Perak JISF 2026

PWMJATENG.COMSURAKARTA – Masalah kulit kepala akibat jamur di wilayah tropis memerlukan solusi perawatan rambut yang aman dan berkelanjutan. Oleh karena itu, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menciptakan inovasi sampo antiketombe bahan alami. Inovasi gemilang ini berhasil meraih Silver Medal dalam ajang Jakarta International Science Fair (JISF) 2026 pada akhir April lalu.

Inovasi PINKY Shampo Berbasis Jeruk Nipis

Tim mahasiswa tersebut menamakan produk mereka PINKY Shampo. Formulasi unik ini menggunakan ekstrak jeruk nipis sebagai bahan aktif utama. Selain itu, produk ini hadir sebagai alternatif terhadap penggunaan bahan sintetis yang mendominasi pasar perawatan rambut saat ini.

Inovasi tersebut juga mengusung konsep green cosmetic. Paradigma ini menekankan pada keamanan pengguna serta keberlanjutan lingkungan. Alhasil, sampo antiketombe bahan alami ini memiliki potensi bioaktivitas tinggi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit kepala masyarakat Indonesia.

Kolaborasi Lintas Ilmu Farmasi dan Fisioterapi

Tim PINKY Shampo terdiri dari kolaborasi mahasiswa yang solid. Dani Hendrawan memimpin tim bersama Aulia Khoirunnisa, Nimas Melati Oktaviani, Muhammad Tsaqif, dan Muhammad Bayu Ragil Pamungkas dari Farmasi. Selain itu, ada pula Taqiyyah Nurul ‘Azzah dari Program Studi Fisioterapi yang memperkuat riset ini.

Integrasi keilmuan ini menghasilkan inovasi yang sangat aplikatif, bukan sekadar teori akademik. Bahkan, karya ilmiah ini telah mendapatkan perlindungan hak cipta secara resmi. Melalui pendekatan eksperimental, mereka menemukan formulasi paling optimal untuk mengatasi jamur Malassezia penyebab ketombe.

Keunggulan Ekstrak Jeruk Nipis untuk Kulit Kepala

Dani Hendrawan menjelaskan bahwa kelembapan tinggi di iklim tropis mempercepat pertumbuhan mikroorganisme pada kulit kepala. Namun, jeruk nipis memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan minyak atsiri. Senyawa tersebut berfungsi sebagai antifungal dan antiinflamasi alami yang sangat efektif.

“Kami merancang inovasi ini sebagai bentuk respons terhadap keterbatasan bahan sintetis. Melalui sampo antiketombe bahan alami, kami ingin menghadirkan solusi yang efektif sekaligus aman bagi masyarakat luas,” ungkap Dani pada Jumat (1/5). Selanjutnya, ia berharap produk ini bisa segera masuk ke tahap hilirisasi industri.

Dukungan Kampus dan Prospek Hilirisasi

Dosen pembimbing tim, Peni Indrayudha, Ph.D., memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian membanggakan ini. Beliau menilai PINKY Shampo memiliki prospek kuat untuk bersaing di pasar nasional maupun global. Keberhasilan ini juga membuktikan kapasitas mahasiswa UMS dalam mengubah riset menjadi produk nyata.

Prestasi ini sekaligus mempertegas peran strategis perguruan tinggi dalam mendorong inovasi berbasis riset. Dengan demikian, UMS terus berkontribusi memberikan solusi nyata bagi masalah kesehatan masyarakat melalui teknologi yang tepat guna.

Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777