Ribuan Jamaah Salat Idulfitri di Edutorium UMS, Seruan Istikamah Menguat

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Ribuan jamaah mengikuti salat Idulfitri di Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (20/3), dengan khidmat dan penuh kebersamaan.
Sejak pukul 06.00 WIB, jamaah mulai memadati kawasan Edutorium UMS. Mereka terdiri atas tenaga kependidikan, mahasiswa, serta masyarakat umum dari berbagai wilayah di Surakarta dan sekitarnya.
Bertindak sebagai khatib, Yayuli, S.Ag., M.Ag., menyampaikan khutbah tentang makna Idulfitri sebagai momentum kembali kepada fitrah, yakni hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan tekad yang lurus.
Menurutnya, fitrah tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan selama bulan Ramadan.
“Ramadan telah mendidik kita dengan tiga madrasah utama, yakni kejujuran, kesabaran, dan kepedulian,” ujar Yayuli.
Tantangan Umat di Era Digital
Dalam khutbahnya, Yayuli juga menyoroti tantangan umat Islam di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi. Ia menilai kondisi tersebut turut memunculkan kegelisahan sosial dan tantangan moral, terutama bagi generasi muda.
“Perbedaan pilihan kadang meretakkan persaudaraan. Isu ekonomi menekan banyak keluarga. Anak-anak kita menghadapi tantangan moral yang tidak ringan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kemenangan Idulfitri bukan semata pada banyaknya ibadah, melainkan pada kemampuan seseorang untuk memaafkan dan memperbaiki hati.
“Kemenangan bukan soal banyaknya ibadah, tetapi luasnya maaf yang mampu kita berikan,” imbuhnya.
Seruan Istikamah Usai Ramadan
Lebih lanjut, Yayuli mengajak umat Islam untuk menjaga tiga komitmen setelah Ramadan, yaitu istikamah dalam ibadah, kejujuran, dan kepedulian sosial.
Ia menekankan bahwa tanda diterimanya amal selama Ramadan adalah keberlanjutan kebaikan setelah bulan suci tersebut.
“Karena tanda diterimanya amal Ramadan adalah kebaikan yang berlanjut setelahnya,” tandasnya.
Kontributor: Gede
Editor: Al-Afasy



