Sabet Medali di Jepang, Inovasi Digital Mahasiswa UMS Sukses Perkuat Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Mereka sukses menyabet Silver Medal dalam ajang bergengsi Japan Design, Idea, & Invention Expo (JDIE) 2026 di Jepang. Prestasi luar biasa ini berkat penemuan sebuah inovasi digital mutakhir yang mereka kembangkan. Sistem cerdas ini hadir untuk memperkuat aspek pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Tim kolaboratif tersebut menciptakan SafeTKI, sebuah platform digital pelindung berbasis teknologi blockchain dan smart contract. Melalui sistem ini, pengawasan ketenagakerjaan lintas negara dapat berlangsung secara lebih aman, transparan, dan terintegrasi. Langkah solutif tersebut langsung mencuri perhatian dunia dalam kompetisi global yang berlangsung di Osaka.
Solusi Digital Atasi Masalah Ketenagakerjaan
Ketua tim inovator UMS, Syaban Al Musyaffa Ibnu Ahmad, menegaskan bahwa platform SafeTKI mengawal data sejak proses rekrutmen. Selanjutnya, sistem memantau kondisi tenaga kerja secara langsung hingga masa penempatan di negara tujuan. Efeknya, celah manipulasi data oleh pihak-pihak nakal dapat tertutup rapat.
“Teknologi blockchain dalam SafeTKI membuat seluruh rekaman data mustahil untuk diubah secara sepihak,” ujar Syaban pada Kamis (9/7/2026).
Di samping itu, tim menyematkan fitur smart contract untuk mengunci perjanjian kerja secara digital. Mekanisme ini memastikan pemenuhan hak-hak Pekerja Migran Indonesia berjalan otomatis sesuai dokumen kesepakatan awal. Alhasil, risiko pelanggaran kontrak kerja yang kerap merugikan para pekerja dapat ditekan secara signifikan.
Kolaborasi Lintas Ilmu Raih Prestasi Internasional
Pengembangan inovasi digital SafeTKI melibatkan kolaborasi solid para mahasiswa lintas program studi di UMS. Formasi tim ini terdiri atas Syaban (Akuntansi), Yuanda Eka Saputra (Pendidikan Teknik Informatika), dan Fauzan Muhammad Ihsan (Manajemen). Selain itu, ada Irfan Malik Tamroini (Pendidikan Agama Islam), Afnan Zain Muzakki (Kesehatan Masyarakat), serta Ahmad Dzaky Mubarok dari UIN Raden Mas Said Surakarta.
Dosen pembimbing tim, Hardika Dwi Hermawan, M.Sc., menyatakan bahwa penghargaan internasional ini membuktikan tingginya empati sosial mahasiswa. Mereka tidak hanya unggul di ruang kuliah, tetapi juga aktif menjawab tantangan riil masyarakat global. Lahirnya SafeTKI bersumber dari kepedulian mendalam terhadap berbagai kerentanan hukum yang membayangi Pekerja Migran Indonesia.
“Mahasiswa menjadi aktor utama dalam merumuskan inovasi digital yang berpusat pada manusia (human-centered innovation) ini,” tutur Hardika.
Dukungan Kampus untuk Reputasi Global
Pihak universitas memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian gemilang ini melalui penyediaan fasilitas riset dan pendanaan penuh. Dukungan intensif tersebut terbukti berhasil memicu iklim inovasi yang kompetitif di lingkungan kampus. Dampaknya, mahasiswa mampu bersaing secara percaya diri di panggung dunia.
Rangkaian ajang JDIE 2026 sendiri berlangsung pada 3–4 Juli 2026 di Kansai Airport Conference Halls, Osaka, Jepang. Keberhasilan ini semakin mengukuhkan posisi UMS sebagai institusi pendidikan yang progresif. Di masa depan, platform digital pelindung Pekerja Migran Indonesia ini diharapkan dapat diimplementasikan secara luas oleh pemangku kebijakan.
Kontributor: Yusuf
Editor: Alafasy



