Berita

Rakorwil Kesehatan PWM Jateng Selaraskan Skema Holding dan Grouping 58 Rumah Sakit Muhammadiyah Jawa Tengah

PWMJATENG.COM, MAGELANG — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Wilayah Bidang Kesehatan 2026 di Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) pada Sabtu (10/10/2026). Pertemuan ini membahas langkah penyesuaian tata kelola dan strategi efisiensi operasional bagi 58 Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (RSMA) di Jawa Tengah.

Agenda strategis tersebut menghadirkan jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), wakil ketua bidang kesehatan, serta pimpinan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) se-Jawa Tengah. Rakorwil memfokuskan pembahasan pada penguatan ketahanan fasilitas kesehatan dalam menghadapi tantangan eksternal serta dinamika internal.

Ketua MPKU PWM Jawa Tengah, dr. Bugar Wijiseno, MARS, FISQua, menyatakan bahwa perubahan regulasi kesehatan yang cepat berdampak langsung pada beban operasional rumah sakit. Rumah sakit harus memperbarui sarana dan prasarana medis, sedangkan tingkat pendapatan fasilitas kesehatan menghadapi tren penurunan.

“Kondisi ini menuntut penyesuaian beban operasional agar pendapatan seluruh jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah Jawa Tengah tetap terjaga stabil,” ujar Bugar dalam acara tersebut.

Strategi Pengadaan Kolektif Lewat PT Mentari Alkesindo Sejahtera

PWM Jawa Tengah mendorong skema belanja berjamaah RSMA secara terintegrasi untuk menekan beban finansial. Pihaknya menyalurkan pengadaan alat kesehatan serta kebutuhan operasional melalui unit usaha PT Mentari Alkesindo Sejahtera.

Bugar menjelaskan bahwa pola pengadaan terpusat ini memungkinkan seluruh jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah Jawa Tengah memperoleh barang medis berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Selain itu, proses pengadaan kolektif membuat rantai pasok berjalan lebih cepat dan efisien.

“Langkah efisiensi belanja ini mengurangi beban biaya operasional tanpa menurunkan mutu pelayanan medis kepada masyarakat,” kata Bugar.

Penerapan Skema Holding dan Grouping Regional

Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. dr. H. Ibnu Naser Arrohimi, S.Ag., M.MR., FISQua, memaparkan dua agenda utama dalam rakorwil tersebut. Pertama, persyarikatan melembagakan semangat korporasi melalui pembentukan holding rumah sakit Muhammadiyah. Kedua, pimpinan menyampaikan panduan skema grouping fasilitas kesehatan berdasarkan wilayah karesidenan.

Ibnu Naser menyebutkan bahwa skema grouping merupakan bentuk pemetaan wilayah untuk mengatasi fragmentasi kekuatan serta ketimpangan kapasitas antar-rumah sakit. Langkah ini melengkapi peran majelis regional agar koordinasi medis dan manajemen berjalan lebih optimal.

“Skema grouping menggabungkan praktik baik yang tumbuh dari bawah dengan teori manajemen modern agar jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah Jawa Tengah semakin lincah dan tangguh,” tutur Ibnu Naser.

Pengelompokan wilayah ini tidak mengubah struktur kepemilikan, kedudukan hukum, maupun otonomi masing-masing rumah sakit. Pimpinan tetap mempertahankan prinsip desentralistik, profesional, dan terintegrasi sebagai fondasi tata kelola persyarikatan.

Arah Kebijakan dan Target Kinerja Kategori Mandiri

Sekretaris PWM Jawa Tengah, Dodok Sartono, S.E., M.M., memaparkan arah kebijakan pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang kesehatan. Persyarikatan menargetkan peningkatan kapasitas manajemen dan pelayanan agar seluruh rumah sakit mencapai kategori mandiri.

Dodok menekankan pentingnya percepatan integrasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) Keuangan serta penerapan Indikator Kinerja Utama (KPI) terukur di seluruh jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah Jawa Tengah. Langkah ini mencakup penyelenggaraan diklat direksi secara berkala, penguatan akreditasi paripurna, hingga audit laporan keuangan secara tertib.

Konsolidasi ini menyiapkan 58 rumah sakit persyarikatan agar siap beradaptasi dengan regulasi rumah sakit berbasis kompetensi dan penyesuaian tarif Indonesia DRG. Pengelolaan berbasis kebersamaan ini menjaga kelangsungan fasilitas medis sekaligus memperluas mutu kemanusiaan bagi masyarakat luas.

Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d