Inovasi Pestisida Nabati Daun Cengkeh Mahasiswa KKN MAs Ubah Potensi Desa Malang

PWMJATENG.COM, MALANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ’Aisyiyah (KKN MAs) se-Indonesia Kelompok 39 mencetuskan inovasi pestisida nabati daun cengkeh di Dusun Codo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Rabu (26/08/2026). Tim KKN MAs 2026 menggandeng Karang Taruna setempat untuk mengolah potensi lokal tersebut menjadi produk pertanian ramah lingkungan yang berdaya guna tinggi.
Langkah inovasi mahasiswa KKN ini memanfaatkan melimpahnya limbah daun cengkeh di sekitar pemukiman warga Dusun Codo. Daun cengkeh mengandung senyawa alami aktif yang sangat efektif menekan serangan hama tanaman. Oleh karena itu, racikan ini menjadi solusi alternatif hemat biaya untuk menggantikan penggunaan bahan kimia sintetis.
Praktik Langsung Olah Limbah Alami
Tim mahasiswa KKN MAs Kelompok 39 memberikan sosialisasi teori sekaligus mendampingi pemuda desa dalam praktik produksi. Mereka melatih anggota Karang Taruna secara sistematis mulai dari pemilahan bahan baku, proses ekstraksi sederhana, hingga teknik penyemprotan produk pada tanaman.
Para mahasiswa merancang racikan ini agar Karang Taruna dapat memproduksinya secara mandiri di kemudian hari. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya menyerap teori, tetapi juga langsung menguasai cara membuat pestisida alami berbasis limbah lokal.
Selanjutnya, program kerja ini terbukti membangkitkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan desa. Pendekatan praktik lapangan ini juga memicu lahirnya berbagai ide kreatif lain yang relevan dengan kebutuhan petani lokal.
Dorong Kemandirian Pemuda Desa Malang
Pelatihan pembuat racikan organik ini mendulang respons yang sangat positif dari para pemuda Dusun Codo. Anggota Karang Taruna mengaku mendapat wawasan baru mengenai pemanfaatan bahan alami yang selama ini terbuang sia-sia.
Salah seorang perwakilan Karang Taruna Dusun Codo menyampaikan apresiasinya atas aksi nyata mahasiswa tersebut. Ia menilai program pengabdian ini memberikan keterampilan praktis yang sangat mudah mereka terapkan kembali secara berkelanjutan.
Inovasi pestisida nabati daun cengkeh ini menjadi luaran unggulan program KKN MAs 2026 di kawasan pertanian ramah lingkungan Malang. Pelibatan aktif pemuda desa menjadi kunci utama untuk menjaga keberlanjutan dampak positif program tersebut.
Melalui aksi pemberdayaan ini, Perguruan Tinggi Muhammadiyah ’Aisyiyah (PTMA) menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat pedesaan. Program pengabdian ini diharapkan terus memantik semangat Karang Taruna Dusun Codo untuk menciptakan kemandirian desa berbasis potensi lokal.
Kontributor: Verdy Hasyifa
Editor: Akmal



