Mahasiswa PPG UMP Gelar Pelatihan Olahan Pisang untuk Pemberdayaan Ekonomi Warga Bantarwuni
PWMJATENG.COM, PURWOKERTO — Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menghadirkan inovasi nyata di tengah masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa PPG Bahasa Indonesia Kelompok 2 menggelar pelatihan olahan pisang di Desa Bantarwuni pada Sabtu (26/9/2026). Selain itu, kegiatan ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi warga setempat melalui pemanfaatan potensi lokal.
Program strategis bertajuk CAVATAM ini berpusat di halaman Masjid Nur Hidayah, Kecamatan Kembaran, Banyumas. Selanjutnya, mahasiswa merancang seluruh rangkaian acara melalui kolaborasi erat bersama Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM). Oleh karena itu, sinergi ini menjadi langkah nyata dalam menggerakkan potensi pertanian daerah.
Inovasi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi
Dalam sesi praktik, para peserta mempelajari teknik pembuatan ragam kuliner kreatif secara langsung. Mahasiswa memandu warga mengolah buah hingga kulit pisang menjadi kerupuk rasa gulai, stik rasa klepon, serta abon kulit pisang. Dengan demikian, olahan sederhana tersebut kini memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kembaran, Ir. H. Sugiyatno, M.M., hadir secara langsung untuk meresmikan kegiatan. Tidak hanya itu, Dosen Pembimbing Projek Kepemimpinan PPG UMP, Dr. Eko Muharudin, M.Pd., turut memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, aksi ini berhasil membentuk jiwa kepemimpinan mahasiswa sekaligus menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
Keberlanjutan Program dan Antusiasme Warga
Oleh sebab itu, Ketua PCM Kembaran berharap pelatihan olahan pisang ini terus berjalan secara konsisten. Beliau mendorong para ibu Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Kembaran untuk segera mengaplikasikan keterampilan baru ini secara mandiri. Sejalan dengan hal tersebut, respon positif juga datang dari Pimpinan Aisyiyah Ranting Bantarwuni, Umi Musyahidah.
Hasilnya, warga mengaku sangat bersyukur karena mendapatkan wawasan usaha baru yang sangat praktis. Akhirnya, melalui program CAVATAM, mahasiswa PPG UMP berhasil membuktikan peran mereka sebagai agen perubahan. Kegiatan pelatihan olahan pisang ini resmi mencetak calon pendidik yang tidak hanya kompeten di kelas, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas.
Kontributor: Muh/Chy
Editor: Akmal



