Pakar Halal Dunia Prof Irwandi Jaswir Tinjau Hilirisasi Riset PLTS Aeroponik di Wonosobo
PWMJATENG.COM, WONOSOBO – Pakar Halal Dunia Prof. Irwandi Jaswir memantau langsung implementasi hilirisasi riset teknologi pertanian berbasis energi terbarukan di Al Maa’uun Epicentrum, Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (25/10/2026).
Kunjungan silaturahmi sekaligus monitoring ini mengulas pemanfaatan teknologi tepat guna untuk menggerakkan sektor pertanian modern. Dalam kesempatan tersebut, Penasehat Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia ini meninjau inovasi pembibitan tanaman yang efisien.
Pemanfaatan Energi Surya untuk Aeroponik Kentang
Program hilirisasi riset yang mendapat perhatian ini mengoperasikan sistem instalasi panel surya (PLTS) berkapasitas 4.200 wattpeak (WP). Tenaga surya tersebut bekerja secara mandiri sebagai penggerak utama pompa nutrisi pada sistem pembibitan kentang metode aeroponik.
Selain ramah lingkungan, inovasi ini merupakan buah kolaborasi akademis lintas perguruan tinggi. Sejumlah tokoh akademisi terlibat aktif dalam perancangan dan penerapan teknologi di lapangan.
Inisiatif ini menghadirkan kolaborasi Dr. Sunaryo selaku Kaprodi Teknik Mesin Unsiq Jawa Tengah, serta Dr. Eng. Sidiq Syamsul Hidayat dan Dr. Eng. Irfan Mujahidin dari Politeknik Negeri Semarang (Polines). Dekan Fasitkom Unsiq, Dr. Nasihin, turut memperkuat tim riset lintas kampus ini.
Potensi Industri Halal Global dan Ketahanan Pangan
Di sela-sela peninjauan, Pakar Halal Dunia penerima King Faisal Prize dan Habiebie Award ini menggelar diskusi hangat bersama jajaran pengelola kawasan. Sang profesor membagikan pandangan strategisnya mengenai peta kekuatan ekonomi syariah.
Prof. Irwandi menegaskan bahwa perputaran uang di sektor industri halal global saat ini telah menembus angka fantastis 3 triliun dolar AS. Meski demikian, ia mengingatkan tantangan besar umat Islam karena mayoritas pangsa pasar tersebut masih dikuasai negara-negara non-muslim.
Oleh karena itu, integrasi energi terbarukan pada sektor pangan seperti di Wonosobo menjadi langkah nyata yang sangat krusial. Melalui kolaborasi riset berteknologi bersih ini, akademisi optimistis mampu memperkuat ketahanan pangan berbasis sains sekaligus mendongkrak kemajuan ekonomi umat secara berkelanjutan.
Kontributor: Rudyspramz
Editor: Akmal



