Inspiratif! Mahasiswa FAI UMP Ubah Kisah Magang Jadi Buku, Kini Mengudara di RRI

PWMJATENG.COM, Purwokerto — Kreativitas Mahasiswa FAI UMP (Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto) kembali mendapat apresiasi publik. Tiga mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sukses meluncurkan karya buku mahasiswa yang inspiratif. Mereka adalah Hikmatusobriyani, Maulidiya Nabila, dan Muthia Amelia.
Oleh karena itu, RRI Purwokerto mengundang mereka dalam program “Apresiasi Seni dan Sastra”, Minggu (17/5/2026). Mereka membedah buku karya mereka yang berjudul Antara Waktu, Belajar, dan Kenangan.
Mengudara di RRI Purwokerto
Acara tersebut menyiarkan keseruan dialog ini melalui RRI Pro 2 Purwokerto 99.0 FM. Selain itu, pemirsa juga bisa menonton tayangan live lewat kanal YouTube RRI Purwokerto dan aplikasi RRI Digital. Suasana bincang-bincang mengalir hangat saat mereka mengupas pengalaman magang yang menjadi karya sastra.
Buku tersebut merupakan antologi kisah nyata yang menarik. Ketiganya menulis buku ini berdasarkan pengalaman selama menjalani program magang. Selama lima bulan, mereka mempraktikkan ilmu di SMK Muhammadiyah Sumpiuh.
Kisah Nyata Dunia Pendidikan
Melalui buku ini, mahasiswa FAI UMP tersebut merekam perjalanan belajar mereka. Mereka menuangkan tantangan hingga kenangan manis sebagai calon pendidik. Selanjutnya, Maulidiya Nabila menyatakan bahwa buku ini lahir dari proses pendewasaan yang nyata.
“Kami belajar banyak hal tentang dunia pendidikan melalui pengalaman magang ini,” ujar Nabila. Oleh sebab itu, mereka ingin mengabadikan memori tersebut dalam bentuk buku. Harapannya, karya ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa berprestasi lainnya.
Suka Duka Menjadi Guru
Dalam dialog bersama RRI Purwokerto, para penulis menegaskan bahwa isi buku merupakan kisah nyata. Mereka menuliskan seluruh pengalaman tanpa banyak rekayasa. Hal ini menjadi bentuk refleksi jujur terhadap dunia pendidikan di lapangan.
Selanjutnya, mereka juga membagikan berbagai pengalaman unik yang menggelitik. Salah satunya adalah rasa gugup saat pertama kali memimpin upacara. Selain itu, mereka harus menghadapi dinamika kelas ketika siswa sibuk bermain ponsel.
Bahkan, para siswi ini sempat mengalami kejadian unik saat murid mengunci mereka di dalam kelas. Namun, mereka menilai pengalaman tersebut sebagai bagian penting dari proses adaptasi.
Bimbingan dan Apresiasi Kampus
Pada akhirnya, mereka menyadari bahwa guru harus menjadi teladan yang baik. Selama proses penulisan, Ustaz Mintaraga memberikan bimbingan intensif kepada mereka. Beliau terus mendorong mahasiswa FAI UMP ini untuk menghasilkan karya yang bernilai.
Hikmatusobriyani mengaku sangat bersyukur atas pencapaian ini. “Kami ingin menunjukkan bahwa pengalaman sederhana bisa menjadi karya yang bermanfaat,” katanya. Dia berharap tulisan ini memicu keberanian mahasiswa lain untuk mulai menulis.
Sementara itu, Ketua Program Studi PAI UMP, Dr. A. Sulaeman, M.S.I., memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di ruang publik melalui literasi adalah bukti nyata kualitas Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Beliau menilai mahasiswa PAI tidak hanya unggul di kelas, tetapi juga aktif di dunia kreatif. “Kami sangat bangga dengan semangat mahasiswa yang mampu menerbitkan buku,” ungkap Sulaeman. Akhirnya, beliau berharap budaya literasi ini terus tumbuh subur di lingkungan kampus.
Kontributor: Mela
Editor: Alafasy



